Kementerian PUPR Target Pembangunan 8 Bendungan di 6 Provinsi Tuntas Tahun Ini

Umaya Khusniah · Kamis, 20 Februari 2020 - 08:48 WIB
Kementerian PUPR Target Pembangunan 8 Bendungan di 6 Provinsi Tuntas Tahun Ini
Pembangunan Bendungan Paselloreng di Provinsi Sulsel yang memiliki luas genangan 1.892 hektare. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.idKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Sumber Daya Air menargetkan pembangunan delapan bendungan yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) Pemerintah rampung pada 2020. Pengerjaan proyek ini tersebar pada sejumlah provinsi lumbung pangan untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

Lokasi penyebaran tampungan air di Indonesia ini yakni Bendungan Paselloreng di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bendungan Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Bendungan Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Bendungan Way Sekampung Provinsi Lampung, Bendungan Kuningan Provinsi Jawa Barat.

Kemudian tiga bendungan di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Tukul di Pacitan dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3/tahun. Namun saat ini yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 222 miliar m3/tahun untuk berbagai keperluan, seperti rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

“Dengan potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Jadi saat musim hujan, air ditampung untuk dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung atau setu untuk penampungan air,” ujar Menteri Basuki, Rabu (19/2/2020).

Menurut dia, nanti dengan selesainya delapan bendungan tersebut, maka akan menambah jumlah tampungan air sebesar 408,89 juta m3. Bendungan pertama yang telah rampung 100 % konstruksinya, yakni Paselloreng.

Bendungan Paselloreng ini memiliki luas genangan 1.892 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta m3 untuk mengairi 8.510 hektare sawah. Pembangunannya dikerjakan PT Wijaya Karya, PT Bumi Karsa, KSO (Kerja sama Operasi) dengan biaya Rp753,4 miliar.

Tiga bendungan lainnya yang juga akan rampung pada 2020 berada di Provinsi Jawa Timur. Yakni, Bendungan Tukul, Bendo dan Gongseng. Progres fisik Bendungan Tukul dengan daya tampung 8.68 juta m3 untuk menyuplai irigasi seluas 600 hektare dan air baku 300 liter per detik sudah 76,2%. Pengerjaan bendungan ini dimulai pada 2013 hingga 2020 dengan kontraktor PT Brantas Abipraya sebesar Rp904 miliar.

Kemudian Bendungan Gongseng yang dibangun mulai 2013 memiliki kapasitas tampungan 22,43 juta meter kubik. Saat ini progres konstruksinya 76,03%. Selanjutnya Bendungan Bendo dengan kapasitas 43,11 juta m3 air, progres fisiknya sudah sebesar 70,97%. Bendungan Bendo ini dikerjakan PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya (KSO) dengan biaya total Rp 1,080 triliun. 

Bendungan lain yang ditarget rampung pada 2020 yakni Ladongi yang ada di Provinsi Sultra. Pembangunan bendungan dimulai 2016 dengan kapasitas tampung 45,94 juta m3 untuk mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektar. Saat ini progres fisiknya sudah 71,22%.

Selanjutnya Bendungan Tapin di Kalsel yang memiliki kapasitas tampung 56,77 m3. Progres pembangunannya sudah mencapai 95% dan akan rampung pada 2020 ini. Dengan selesainya pembangunan bendungan tersebut, berpotensi memberikan layanan irigasi di Kabupaten Tapin sebesar 5.472 hektar.

Sementara di Provinsi Lampung terdapat Bendungan Way Sekampung dengan kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi DI Sekampung seluas 55.373 hektar dan menambah areal irigasi DI Rumbia Extension 17.334 hektar. Saat ini progres fisiknya sudah sebesar 84,50%.

Terakhir di Provinsi Jawa Barat yakni Bendungan Kuningan. Bendungan seluas 221 hektar mampu menampung Sungai Cikaro tersebut dengan volume total 25,96 juta m3. Dengan daya tampung sebesar itu, bendungan multifungsi ini akan menjadi sumber pengairan irigasi seluas 3.000 hektar sawah di dua Daerah Irigasi (DI). Yakni DI Cileuweung di Kabupaten Kuningan seluas 1.000 hektar dan DI Jangkelok di Kabupaten Brebes seluas 2.000 hektar. Saat ini progres fisiknya mencapai 97,50%.


Editor : Donald Karouw