Kebakaran Hanguskan Kantor Dinas Penanaman Modal Sultra, Diduga akibat Korsleting

Mukhtaruddin ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 15:43 WIB
Kebakaran Hanguskan Kantor Dinas Penanaman Modal Sultra, Diduga akibat Korsleting
Api membakar bangunan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintru Sultra di Kota Kendari, Senin malam (10/2/2020). (Foto: iNews/Mukhtaruddin)

KENDARI, iNews.idKebakaran menghanguskan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sutra), Senin malam (10/2/2020). Api diduga berasal dari korsleting listrik di kantor yang berlokasi di Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat itu.

Tujuh armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Api terus berkobar karena banyaknya kertas dokumen yang berada di dalam ruangan kantor yang terbakar. Kebakaran ini juga menyebabkan beberapa kali letusan dari dalam ruangan yang terbakar.

Besaran kobaran api mencapai sekitar 10 meter dan menutupi seluruh atap bangunan.Kobaran api yang besar di bangunan tersebut membuat warga setempat sempat panik dan beramai-ramai mendatangi lokasi.

Menurut saksi mata, Alimuddin, api berasal dari salah satu ruangan Kantor DPMPTSP Sultra, sekitar pukul 22.00. Awalnya dia hanya melihat asap membubung tinggi di atas bangunan.

“Awalnya saya cuma melihat asap membubung tinggi, setelah itu api sudah berkobar dan membakar habis seluruh bangunan. Sepertinya kebakaran itu karena korsleting listrik,” kata Alimuddin.

Untuk memadamkam kobaran api yang mulai membesar, sebanyak tujuh armada Dinas Kebakaran Kota Kendari diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku, petugas berhasil memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian akibat kebakaran yang menghabiskan ruangan kantor kepala Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sultra diperkirakan sangat besar.

Aparat kepolisian belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran kantor pemerintahan itu. Polisi masih meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait musibah itu.


Editor : Maria Christina