Kasus Ujaran Kebencian Siswa SMA dan Guru di Timor Tengah Utara Berakhir Damai

Sefnat Besie ยท Senin, 01 Maret 2021 - 20:03:00 WIB
Kasus Ujaran Kebencian Siswa SMA dan Guru di Timor Tengah Utara Berakhir Damai
Kasus ujaran kebencian siswa SMA di TTU, NTT berakhir damai. (Foto: ist)

KUPANG, iNews.id - Kasus ujaran kebencian yang dilakukan SN, siswa SMA terhadap WUN, guru di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) berakhir damai. Perdamaian ini berlangsung setelah polisi mengedepankan restorative justice dalam kasus itu. Kedua belah pihak pun akhirnya saling memaafkan.

Kapolres TTU AKBP Nelzon Filipe Diaz Quintas mengatakan, setelah dilakukan mediasi kasus siswa SMA yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik (UU ITE) akibat postingannya di media sosial berakhir damai. 

Hal ini sesuai dengan telegram Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan tindak pidana dapat diselesaikan dengan cara restorative justice yaitu kasus-kasus pencemaran nama baik, fitnah atau penghinaan.

“Untuk tindak pidana yang mengandung unsur SARA, kebencian terhadap golongan atau agama dan diskriminasi ras dan etnis, serta penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran tidak dapat diselesaikan dengan restorative justice,” katanya, Senin (1/3/2021). 

Kuasa hukum tersangka, Robert Salu mengungkapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah melakukan mediasi sehingga kliennya lolos dari jeratan hukum.

Diketahui, kasus ujaran kebencian yang menyeret siswa SMA berawal dari postingannya tentang dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh seorang guru pada dana program Indonesia Pintar untuk siswa sekolah dasar (SD) Bestobe

Postingan itu akhirnya menyeret siswa sma tersebut hingga menjadi tersangka.

Editor : Kastolani Marzuki