Kasus TKA China Sembelih Buaya, BKSDA Sebut Pelaku Bisa Terancam 5 Tahun Penjara

Febriyono Tamenk ยท Jumat, 27 Agustus 2021 - 18:42:00 WIB
Kasus TKA China Sembelih Buaya, BKSDA Sebut Pelaku Bisa Terancam 5 Tahun Penjara
Petugas BKSDA Sultra saat mengambil sup daging buaya untuk dijadikan barang bukti dugaan TKA China sembelih buaya di Konawe. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KONAWE, iNews.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) menurunkan tim untuk menyelidiki video viral tenaga kerja asing (TKA) China menyembelih buaya, hewan yang dilindungi di Kabupaten Konawe

Pelaku terancam hukuman pidana jika terbukti melakukan pelanggaran hukum baik sengaja maupun tidak.

Dalam penyelidikan tersebut, petugas BKSDA tampak dikawal ketat TNI dan Polri saat investigasi ke lapangan.

"Jika terbukti lalai pelaku diancam 1 tahun penjara. Namun jika melakukan dengan sengaja pelaku diancam hukuman 5 tahun penjara," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sulawesi Tenggara, Laode Kaida, Kamis (26/8/2021).

Dia menyebutkan, dari hasil penyelidikan ditemukan sup buaya dalam kuali (panci) di lokasi penyembelihan, kawasan pabrik PT Obsidian Stainles Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

"Secara utuh tidak ada lagi sisa yang kami temukan saat mendatangi lokasi buaya disembelih dan dikuliti. Hanya sisa daging dalam bentuk sudah dimasak dalam kuali," ungkap Laode Kaida.

Dari hasil penelusuran, lanjut Laode, petugas BKSDA menemukan sejumlah barang yang digunakan untuk menyembelih dan menguliti satwa dilindungi tersebut. 

Petugas BKSDA juga mengambil keterangan beberapa saksi di lapangan. Hasilnya, buaya pertama kali ditemukan warga di sekitar rawa-rawa lokasi pabrik PT OSS. Selanjutnya buaya dijual kepada TKA asal China yang bekerja di lokasi hingga akhirnya disembelih.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: