Kasus Tewasnya Pemuda akibat Digigit King Kobra, Ini Imbauan BKSDA

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Selasa, 10 Juli 2018 - 17:22 WIB
Kasus Tewasnya Pemuda akibat Digigit King Kobra, Ini Imbauan BKSDA
Jenazah korban gigitan ular King Kobra di Palangkaraya dibawa keluarga dari rumah sakit ke kediamannya dnegan ambulans, Senin (9/7/2018). (Foto: iNews/Ade Sata)

KOTAWARINGIN, iNews.id - Kasus tewasnya Dewa Rizki Achmad (19) yang digigit ular King Kobra di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat atensi khusus dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng. BKSDA mengimbau warga untuk tidak sembarangan memelihara binatang buas.

Meski Rizki diketahui pecinta reptil sejak kecil dan juga diakui sebagai pawang, tindakannya memelihara binatang buas tetap saja berbahaya. “Alangkah baiknya jika warga menemukan binatang buas baik yang dilindungi maupun tidak, itu diserahkan ke BKSDA setempat,” kata Staf BKSDA Kalteng SKW 2 Pangkalan Bun, Nasibah, Selasa (10/7/2018).

Nasibah mengaku kaget mendengar kasus tewasnya warga bantaran Sungai Kahayan, Palangkaraya, akibat gigitan ular itu. “Saya sempat kaget mendengar berita ada remaja tewas digigit ular King Kobra sepanjang tiga meter di Palangkaraya. Harusnya itu tidak perlu terjadi,” ujar Nasibah yang juga perawat semua jenis hewan yang diamankan.

Menurut Nasibah, meski orang tersebut sudah ahli binatang, aspek keselamatan harus tetap dikedepankan. Karena binatang buas setiap saat bisa memangsa perawatnya juga. “Seharusnya itu tidak perlu terjadi jika binatang itu segera diserahkan ke yang berwenang seperti BKSDA. Nanti bisa kami lepasliarkan atau kalau perlu dimusnahkan,” katanya.

Dia mengatakan, sebenarnya jika ditangani dengan cepat, nyawa Rizki bisa diselamatkan. Karena obat penawar bisa ular King Kobra ada di dunia medis. “Mungkin kesalahan fatalnya, usai digigit ular, korban tidak diapa-apain atau dibiarkan begitu saja sambil dibawa ke rumah sakit. Seharusnya, usai digigit langsung disedot darahnya oleh orang lain. Kemudian dibersihkan luka gigitnya dengan alkohol, setelah itu diikat tali di daerah yang tak jauh dari bekas gigitan,” urainya.

Ini dimaksudkan, untuk memperlambat penyebaran racun ke seluruh tubuh. “Baru setelah itu segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan selanjutnya,” katanya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak sembarangan memelihara binatang buas di rumah tanpa mengetahui cara merawat dan cara mencegah jika diserang. “Imbauan kami warga melapor jika menemukan binatang buas. Itu lebih aman dan mencegah terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan,” ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra