Kasus Pertama Positif Korona Ditemukan di Provinsi Maluku Utara dan Jambi

Felldy Utama ยท Senin, 23 Maret 2020 - 17:18:00 WIB
Kasus Pertama Positif Korona Ditemukan di Provinsi Maluku Utara dan Jambi
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto . (Foto: Seskab)

TERNATE, iNews.id - Pemerintah Indonesia mengumumkan data terbaru kasus positif korona yang bertambah 65 menjadi 579 kasus hingga Senin (23/3/2020). Dua di antaranya ditemukan di Provinsi Maluku Utara dan Jambi, sekaligus kasus perdana di dua daerah itu.

"Kasus perdana positif corona muncul di Jambi dan Maluku Utara, masing-masing satu orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto di di Graha BNPB, Jakarta.

Dia mengatakan, penambahan kasus positif corona paling banyak masih di Jakarta dengan jumlah 44 sehingga total di ibu kota menjadi 353. Kemudian tiga kasus baru di Bali menjadi enam dan Banten bertambah sembilan kasus menjadi 56.

Achmad Yurianto mengatakan, ada tambahan pasien positif yang meninggal dunia sebanyak satu orang sehingga jumlah total menjadi 49.

Selain itu Yuri juga mengumumkan ada pasien positif corona yang sudah sembuh setelah menjalani dua kali pemeriksaan sebanyak satu orang sehingga jumlahnya menjadi 30.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Malut sebelumnya mengatakan, hingga Minggu (22/3/2020), jumlah warga yang mengisolasi diri mencapai 222 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya 147 orang.

"Untuk isolasi diri bertambah 75 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) turun dari 14 orang menjadi lima orang," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut dr Rosita Alkatiri di Ternate, dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, sebanyak 222 orang ini mengisolasi diri karena memiliki riwayat ke daerah transmisi lokal yang terjangkit COVID-19. Warga yang mengisolasi diri terbanyak di Kota Ternate berjumlah 119 orang. Selanjutnya di Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) yang semula tiga orang, kini telah dipulangkan satu pasien ke rumah. Pasien tersebut telah menjalani proses isolasi selama 14 hari dan melewati masa inkubasi. Namun, pasien ini terus diawasi secara intensif oleh petugas medis.

Editor : Maria Christina