Kasus Lahan di Labuan Bajo, 6 Terdakwa Dituntut 8 hingga 10 Tahun Penjara

Yoseph Mario Antognoni · Sabtu, 12 Juni 2021 - 11:46:00 WIB
Kasus Lahan di Labuan Bajo, 6 Terdakwa Dituntut 8 hingga 10 Tahun Penjara
Jaksa Kejati NTT menuntut 6 terdakwa kasus lahan di Labuan Bajo dengan hukuman penjara 8-10 tahun. (Foto: Ist)

MANGGARAI, iNews.id - Persidangan kasus lahan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Labuan Bajo yang merugikan negara Rp1,3 triliun memasuki agenda penuntutan. Keenam terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT dengan hukuman 8 hingga 10 tahun penjara beserta denda.

"Saat ini sidang sudah pada tahap penuntutan. Dari 17 terdakwa, sudah enam yang dituntut 8 sampai dengan 10 tahun penjara. Sidang lanjutannya akan dilakukan pada Selasa depan,"  ujar Kepala Seksi Penerangan Kejati NTT Abdul Hakim, Jumat (11/6/2021).

Dalam kasus ini, mereka didakwa terlibat sebagai orang yang mengklaim sebagian dari tanah seluas 30 hektare. Selain itu sebagai calo yang menjualnya kepada sejumlah pihak.

Dari keenam terdakwa, empat di antaranya mendengarkan pembacaan tuntutan dalam sidang pada Kamis (10/6/2021). Sementara dua lainnya pada Jumat (11/6/2021).

JPU Hery Franklin dan Hero Ardy Sapitro dari Kejari NTT membacakan tuntutan kepada tiga terdakwa. Masing-masing Ente Puasa mendapat tuntutan 8 tahun penjara, disertai denda Rp750 juta, Dai Kayus dan Andy Riski Nur Cahya disertai denda masing-masing Rp850 juta.

Terdakwa lainnya, Haji Sukri dituntut penjara 9 tahun dan denda Rp850 juta.

"Sementara dua terdakwa Mahmud Nip mendapat tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp850 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti dengan kurungan 6 bulan penjara," katanya.

Selain itu, dia juga dituntut membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sejumlah Rp1,8 miliar dan jika tidak membayarnya, dipidana penjara 5 tahun.

Tuntutan penjara dan denda untuk terdakwa Supardi Tahiya juga sama. Yang berbeda penggantian kerugian keuangan negara sejumlah Rp725 juta, yang jika tidak dibayar dipidana penjara 5 tahun.

Tuntutan untuk 11 terdakwa lainnya, termasuk mantan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula akan menyusul.

Menurut Kejati NTT, pengalihan aset tanah ini telah menyebabkan kerugian negara sekitar Rp1,3 triliun dan pemda tidak bisa menguasai lahan tersebut.

Di samping itu, penguasaan lahan oleh terdakwa juga membuat rencana pemerintah membangun jalan lingkar luar untuk kepentingan masyarakat tidak bisa dilaksanakan.

Editor : Donald Karouw