Kasus Incest di Pasaman, Polisi Periksa Intensif Pelaku yang Masih Berstatus Pelajar

Wahyu Sikumbang ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 12:06 WIB
Kasus Incest di Pasaman, Polisi Periksa Intensif Pelaku yang Masih Berstatus Pelajar
Polisi Periksa Tersangka Incest di Pasaman, Selasa (25/2/2020) (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

PASAMAN, iNews.id - Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus pembuangan jasad bayi oleh siswi SMA di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar). Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab kematian.

Polisi mengamankan siswi SMA SHF dan adiknya IK (13). Kepada polisi, SHF mengaku hamil karena berhubungan dengan adiknya yang masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Pasaman AKP Lazuardi mengatakan dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melahirkan bayi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Yaitu saat buang air besar di belakang rumahnya.

"Autopi sudah kita lakukan beberapa waktu yag lalu namun sampai saat ini hasil belum keluar. Kita berharap kepada pihak rumah sakit dan dokter agar hasil autopsi ini bisa segera kita terima sehingga kita bisa menyimpulkan penyebab kematian dari bayi ini," katanya, Selasa (25/2/2020).

Polisi telah menetapkan SHF sebagai tersangka yang dijerat Pasal 80 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Hukuman akan ditambah sepertiga karena yang melakukan adalah ibu kandung.

Polisi akan membawa tersangka bersama adiknya menjalani tes DNA di rumah sakit Bhayangkara Padang untuk mengungkap dugaan pelaku lain. Polisi juga meminta pendampingan kepada pelaku.

"Kita tetap menunggu hasil tes dna walau sampai saat ini tersangka tetap mengaku cuma dengan adiknya tidak ada pelaku lain," kata Lazuardi.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq