Karyawati Bank di Blangpidie Ditangkap, Diduga Tipu Nasabah hingga Rp3 Miliar

Antara ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 18:30 WIB
Karyawati Bank di Blangpidie Ditangkap, Diduga Tipu Nasabah hingga Rp3 Miliar
Polisi memperlihatkan tersangka RS alias VN (27), seorang karyawati bank di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, dalam konferensi pers, Selasa (7/7/2020). (Foto: Polres Aceh Barat Daya)

MEULABOH, iNews.id - Seorang karyawati salah satu bank di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, ditangkap petugas Polres Aceh Barat Daya, Selasa (7/7/2020). Perempuan berinisial RS alias VN (27) itu diduga melakukan tindak pidana penggelapan uang nasabah dengan total mencapai Rp3 miliar lebih.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka, di antaranya satu mobil jenis Honda HRV bernomor registrasi BL 1381 BZ warna putih, lima kartu ATM, dan satu unit mesin EDC merek Ferifone. Kemudian, uang tunai Rp1,8 juta lebih, satu eksemplar rekening korban milik salah satu korban, tiga unit handphone, buku bank, serta tanda pengenal milik tersangka RS.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Daya AKP Erjan Dasmi memaparkan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan laporan dari masyarakat. Tersangka RS sempat menjadi buronan polisi setelah dia sempat melarikan diri dari Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

"Tersangka ditangkap polisi di satu rumah di kawasan Desa Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (4/7/2020) pekan lalu, setelah polisi melacak keberadaan tersangka," kata Erjan, selasa (7/7/2020).

Erjam mengatakan, adapun modus operandi yang dilakukan tersangka RS, yakni dengan cara mengiming-iming hadiah kepada calon korban apabila korban bersedia melakukan deposito uang di bank. Dia juga menjanjikan hal lain yang diduga tidak masuk akal.

Atas perbuatannya, tersangka RS dijerat dengan pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Polisi juga menjerat karyawati bank ini dengan Pasal 372 juncto Pasal 378 KUHPidana. Ancaman pidana penjaranya paling singkat selama lima tahun dan paling lama 15 tahun. Kemudian, pidana denda paling sedikit Rp10 miliar dan paling banyak Rp20 miliar.


Editor : Maria Christina