Karhutla di Riau Meluas, 4 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman di 3 Kabupaten

Yusuf Marpaung, Antara ยท Sabtu, 24 Agustus 2019 - 12:40 WIB
Karhutla di Riau Meluas, 4 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman di 3 Kabupaten
Petugas gabungan dari Manggala Agni dan Satgas Karhutla Riau berjibaku memadamkan karhutla di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (24/8/2019). Satgas juga mengerahkan empat helikopter untuk memadamkan kebakaran. (Foto: iNews/Yusuf Marpaung)

PEKANBARU, iNews.id – Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau mengerahkan empat helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran yang makin meluas di daerah bagian selatan Provinsi Riau. Pemadaman difokuskan ke tiga daerah yakni, Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil).

Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger mengatakan, bantuan pemadaman dari udara menggunakan helikopter kini fokus ke tiga daerah tersebut karena di sana banyak kebakaran yang hingga kini belum bisa dikendalikan. Karhutla tersebut mengakibatkan asap atau jerebu yang terbawa angin ke Kota Pekanbaru.

“Penangan terus kami optimalkan, khususnya di daerah selatan yang asapnya mengarah ke Pekanbaru. Pagi ini empat helikopter sudah kami kerahkan untuk pemadaman di Inhu, Inhil dan Pelalawan,” kata Edwar di Pekanbaru, Sabtu (24/8/2019).


Empat helikopter tersebut akan menyiramkan air dari udara (water bombing). Namun, efektivitasnya belum bisa dipastikan karena sumber air banyak mengering.

“Angin kencang dan sulit, dan jauhnya jarak sumber air di daerah karhutla menjadi kendala kami di lapangan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, penanganan kebakaran terus dioptimalkan di tengah banyaknya kendala di lapangan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luas kebakaran hutan dan lahan di Riau sejak Januari tahun ini sudah lebih dari 30.000 hektare.

Pantauan iNews, upaya pemadaman lahan gambut di Kabupaten Pelawan, masih terus dilakukan Satgas Kahutla Provinsi Riau dan Tim Manggala Agni. Petugas terkendala karena sulit mendapatkan sumber air. Selain itu, cuaca panas dan angin kencang.


Menurut Komandan Manggala Agni Rengat Syailendra Djawar, sekitar 30 personel gabungan Manggala Agni dan Satgas Karhutla Riau terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar.

“Titik api terdeteksi sejak tanggal 21 Agustus dan tim terkendala mendapatkan sumber air. Angin juga kencang sehingga sulit memadamkan kepala apinya,” kata Syailendra Djawar, Sabtu (24/8/2019).

Sementara jarak pandang di Kota Pekanbaru pada Sabtu (24/8/2019) pagi memburuk akibat asap karhutla yang pekat menyelimuti ibu kota Provinsi Riau tersebut.

“Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru 1.500 meter atau 1,5 kilometer, dari kondisi pagi hari sekitar 2 kilometer. Jadi jarak pandang memburuk,” kata Staf Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Nia Fadhiladi Pekanbaru.

Asap yang menyelimuti Pekanbaru itu kiriman karena tidak terpantau titik panas di daerah tersebut. Asap berasal dari Kabupaten Pelalawan yang pada pagi ini terdeteksi ada 102 titik panas (hotspot).

Hal tersebut diperkuat karena posisi Pelalawan ada di Selatan Pekanbaru, dan angin berembus dari arah Tenggara ke Barat Daya. “Asap dari daerah Tenggara seperti Pelalawan yang banyak titik panas,” katanya.


Editor : Maria Christina