Kapal Pengawas Perikanan Orca 2 Kembali Tangkap 1 Kapal Ikan Ilegal Malaysia

Donald Karouw ยท Sabtu, 22 Juni 2019 - 09:41 WIB
Kapal Pengawas Perikanan Orca 2 Kembali Tangkap 1 Kapal Ikan Ilegal Malaysia
Kapal ikan asing (KIA) Malaysia yang ditangkap Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 02 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Jumat (21/6/2019). (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.id – Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 02 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap 1 kapal ikan asing (KIA) Malaysia pada Jumat (21/6/2019). Kapal itu sedang menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan yang batasnya belum disepakati di wilayah Kepulauan Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman mengatakan, penangkapan ini menambah deretan KIA Malaysia yang ditangkap KKP sejak Januari hingga Juni 2019 menjadi 17 kapal. Sementara KIA lainnya, asal Vietnam sebanyak 15 kapal dan Filipina 3 kapal.

“Sebelumnya, Orca 02 juga telah menangkap 2 KIA asal Malaysia, masing-masing satu kapal pada Sabtu (15/6/2019) dan Selasa (18/6/2019),” kata Agus dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (22/6/2019).


Agus menjelaskan, penangkapan tersebut diawali dari deteksi KP Orca 02 yang dinakhodai Capt Sutisna Wijaya atas keberadaan kapal penangkap ikan di perairan Selat Malaka tanpa mengibarkan bendera kebangsaan.

“KP Orca 02 mencurigai kapal itu sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di wilayah perairan belum disepakati batasnya (grey area),” kata Agus.

KP Orca 02 kemudian menghentikan dan memeriksa kapal tersebut. Hasilnya, kapal dengan nama PKFB 1802 yang diawaki oleh lima orang berkewarganegaraan Myanmar itu memiliki dokumen perizinan perikanan dari Pemerintah Malaysia.

KKP kemudian berkoordinasi dengan Aparat Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Selanjutnya KP Orca 02 bersama kapal patroli APMM Penggalang 13 melakukan klarifikasi atas seluruh dokumen dan awak kapal PKFB 1802. Hasil pemeriksaan menunjukkan kapal tersebut benar memiliki izin dari Pemerintah Malaysia. Namun, seluruh awak yang bekerja di kapal tersebut WNA Myanmar yang tak memiliki izin resmi atau ilegal.

“Atas dasar itu, kapal patroli APMM mengonfirmasi bahwa kapal tersebut dapat dilanjutkan proses hukum oleh Pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Pihak APMM dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, apabila kapal PKFB 1802 dilepas oleh KP Orca 02, maka akan ditangkap oleh kapal patroli APMM. Sebab, kelima WNA itu bekerja tanpa izin serta tidak mengibarkan bendera kebangsaan.

Untuk proses hukum lebih lanjut, kapal dan seluruh awaknya dikawal ke Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau. Proses penyidikan akan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

“Sesuai Undang-undang Perikanan, kelima WNA diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar,” ujar Agus.


Editor : Maria Christina