Kapal Motor Meledak saat Bongkar Muat di Dermaga Kubu Raya, 2 Terluka

Okezone, Ade Putra ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 08:03:00 WIB
Kapal Motor Meledak saat Bongkar Muat di Dermaga Kubu Raya, 2 Terluka
Api yang terlihat di dermaga bongkar muat Kubu Raya diduga akibat meledaknya kapal pengangkut BBM. (Foto: Istimewa)

KOTA KUBU, iNews.id – Kapal motor bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) meledak dan terbakar saat bongkar muat di dermaga kawasan Pasar Baru, RT 11/04, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (26/3/2019) pukul 01.30 WIB. Dalam insiden itu, dua pekerja dikabarkan terluka.

Informasi yang diperoleh, kapal motor tersebut mengangkut BBM jenis solar dan premium bersubsidi yang rencananya akan disalurkan ke daerah Batu Ampar. Saat terjadi ledakan, dua orang pekerja yang sedang bongkar muat BBM di kapal mengalami luka bakar.

"Saya dapat informasi dua orang dibawa ke Puskesmas Rasau," kata Yayan, warga setempat.

Dia mengaku sempat mendengar suara ledakan terlebih dahulu sebelum api menghaguskan kapal kayu tersebut. "Saya lagi bongkar muat sawit di dermaga sebelahnya ketika mendengar ledakan," katanya.

Tak hanya menghanguskan kapal beserta muatannya, rumah warga di sekitar lokasi kejadian juga ikut terdampak. Salah satunya rumah Ranto Silitonga.

"Rumah saya rusak. Kaca-kacanya pecah karena suara ledakan yang nyaring," ucap Ranto.

Dia mengaku, saat kejadian sedang tidur bersama keluarganya. Namun mereka terkejut dan terbangun ketika ada ledakan dan merasakan getaran. Ranto selanjutnya membawa keluarga menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.

"Saya bawa keluarga keluar rumah. Khawatir apinya merembet ke dalam," tuturnya.

Menurutnya, BBM yang sedang bongkar muat itu merupakan milik salah satu tokoh di Batu Ampar. Seminggu dua kali kapal ini bongkar muat BBM di dermaga yang berada persis di depan rumahnya.

"Yang saya tahu BBM bersubsidi ini punya tokoh di sana. Mobil yang bawa BBM ini pun sudah tak ada lagi pas kejadian. Biasanya mobil tertutup bukan tangki seperti biasanya," katanya.

Editor : Donald Karouw