Kapal Cepat Tujuan Tarakan Tabrak Pohon di Tana Tidung, 5 Tewas

Usman Coddang, Antara ยท Selasa, 22 Mei 2018 - 20:44 WIB
Kapal Cepat Tujuan Tarakan Tabrak Pohon di Tana Tidung, 5 Tewas
Proses evakuasi korban kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express di Sungai Tanjung Urong, Desa Sengkong Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (22/5/2018). (Foto: Istimewa)

TARAKAN, iNews.id – Kecelakaan maut terjadi di Sungai Tanjung Urong, Desa Sengkong Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (22/5/2018) siang. Kapal Cepat Reguler Harapan Baru Express yang berangkat dari Malinau menuju Kota Tarakan, menabrak pohon nipah dan tenggelam di perairan tersebut.

Badan SAR Nasional Kaltim-Kaltara merilis sebanyak lima penumpang kapal cepat tewas setelah kecelakaan di Kaltara. “Kelima penumpang yang meninggal dunia tersebut terdiri atas empat dewasa dan seorang anak-anak,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto, di Balikpapan, Selasa (22/5/2018).

Kapal Cepat Harapan Baru Express, berangkat dari Malinau menuju Tarakan, mengangkut 35 penumpang, berikut anak buah kapal (ABK). Di tengah perjalanan, tali kemudi kapal cepat itu putus. Sopir atas nama Iskandar tidak mampu mengendalikan kapal dan menabrak pohon nipah.

Kapal Cepat Harapan Baru Express yang mengalami kecelakaan di Sungai Tanjung Urong, Desa Sengkong Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (22/5/2018) siang.

 

Sesuai manifes penumpang yang diterima Basarnas Kaltimtara, jumlah penumpang sebanyak 35 orang yang terdiri atas 28 dewasa, empat anak-anak dan tiga ABK. Lokasi kejadian tepatnya di Sungai Tanjung Urong Desa Sengkong Bebatu Kabupaten Tana Tidung sekitar pukul 12.00 Wita.

Selain penumpang tewas dilaporkan pula sejumlah penumpang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat akibat kecelakaan tersebut. Penumpang kapal cepat dari Pelabuhan Malinau tujuan Pelabuhan Tengkayu Kota Tarakan dievakuasi ke RSUD Tarakan untuk diidentifikasi dan mendapatkan perawatan.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih mengidentifikasi korban tewas maupun luka dari peristia tersebut. Namun data pasti mengenai nama-nama korban belum diketahui.


Editor : Himas Puspito Putra