Kakek di Ketapang Kalbar Cabuli Keponakan Usia 3 Tahun, Modus Menggendong Korban

Gusty Eddy ยท Senin, 02 Desember 2019 - 14:25 WIB
Kakek di Ketapang Kalbar Cabuli Keponakan Usia 3 Tahun, Modus Menggendong Korban
Polisi menangkap seorang kakek yang telah mencabuli keponakannya dengan modus menggendong korban. (Foto: iNews/Gusty Eddy).

KETAPANG, iNews.id - Seorang kakek berusia 58 tahun di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), ditangkap polisi karena diduga telah mencabuli anak di bawah umur. Korban diperlakukan tak senonoh saat pelaku bertamu ke rumah orang tuanya.

Pelaku M Zakaria diduga telah mencabuli anak berusia tiga tahun yang tidak lain merupakan keponakannya sendiri. Namun pelaku membantah tudingan tersebut.

Paur Subbag Humas Polres Ketapang, Bripka Hariansyah mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin (25/11/2019) lalu. Korban yang baru berusia tiga tahun dititipkan sebentar oleh ibunya kepada pelaku, karena dia sedang mencuci di kamar mandi belakang rumah.

BACA JUGA: Ditinggal Istri Memasak, Kakek di Probolinggo Cabuli Cucu Tiri hingga Hamil

"Saat itulah pelaku mencabuli korban saat ibunya membersihkan rumah," kata Hariansyah kepada wartawan di Mapolres Ketapang, Kalbar, Senin (2/12/2019).

Korban dan pelaku memang sudah akrab, karena punya hubungan kelularga. Namun kedekatan itu dimanfaatkan pelaku untuk berbuat tak senonoh. Aksi ini dilakukan di ruangan TV dengan cara memegang alat vital korban dan menciumnya.

Namun saat dia melakukan aksinya tersebut, tiba-tiba ibu korban memergokinya. Keluarga pun syok dan marah kepada pelaku dan langsung melaporkannya ke Polsek Kendawangan.

BACA JUGA: Ibu Muda di Cilacap Diperkosa Kakek 51 Tahun saat Suaminya Bekerja ke Luar Kota

Sementara itu pelaku Zakaria mengatakan, dia tidak mencabuli korban. Karena saat ditinggal oleh sang ibu, bocah tersebut hanya menonton TV di pangkuannya. Setelah dirinya akan pulang, bocah tersebut diayun-ayunkan saja sambil digendong, namun keluarga menuduhnya telah berbuat cabul.

"Saya pasrah terhadap hukum yang saat ini dan kalau memang saya salah silakan saja," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal