Kadivpas Kanwil Kemenkumham Riau Diperiksa Terkait Kasus Investasi Ilegal MeMiles

Antara ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 16:20 WIB
Kadivpas Kanwil Kemenkumham Riau Diperiksa Terkait Kasus Investasi Ilegal MeMiles
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kanwil Kemenkumham) Riau, Maulidi Hilal. (Foto: Antara)

PEKANBARU, iNews.id – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kanwil Kemenkumham) Riau, Maulidi Hilal diperiksa polisi sebagai saksi terkait kasus investasi ilegal MeMiles. Maulidi yang juga member MeMiles sudah beberapa kali top up dan mendapat dua unit mobil.

Pemeriksaan dilakukan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur (Jatim) di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kota Pekanbaru, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 12.00. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Gidion Arif Setiawan hadir langsung untuk memintai keterangan Maulidi yang belakangan namanya santer disebut di berbagai media.

"Diperiksa sebagai saksi," kata Gidion yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau itu.

Gidion menjelaskan pemeriksaan itu merupakan rangkaian dari penyidikan Polda Jatim dalam perkara investasi bodong yang telah menyeret empat tersangka.

BACA JUGA: Mulan Jameela segera Dipanggil Polda Jatim terkait Investasi Bodong MeMiles

Dari hasil penyidikan, Maulidi merupakan member dari MeMiles dan pernah memberikan testimoni investasi bodong yang bernilai Rp750 miliar itu melalui media sosial YouTube. Selain itu, Maulidi mengatakan mendapat dua unit mobil mewah Fortuner dan Pajero, salah satu ada di Pekanbaru dan satu lagi di Jakarta.

"Jadi kan pemeriksaan ini dasarnya pemeriksaan terdahulu. Termasuk pencarian jejak digital. Sebetulnya sudah muncul di Medsos, ada satu testimoni yang disampaikan yang bersangkutan sehingga kita klarifikasi," katanya.

Menurut Gideon, Maulidi mengakui telah menyampaikan testimoni yang kini menyebar di media sosial. Dia juga mengaku sudah sudah cukup lama bergabung dengan MeMiles.

Gidion belum bersedia menjelaskan kemungkinan turut menyeret Maulidi sebagai tersangka dalam perkara itu. Dia menuturkan jika Polda Jatim masih fokus untuk mengembalikan aset sebanyak-banyaknya, termasuk menyita dua unit mobil milik Maulidi.

BACA JUGA: Pascapemeriksaan Eka Delly, Polisi akan Panggil 13 Artis Lain yang Terlibat MeMiles

"Sesuai komitmen penyidikan mengembalikan aset sebanyak-banyaknya. Semua kita 'keep' dan akan kembalikan dalam konteks penyidikan," katanya.

Selain Maulidi, Polda Jatim juga memeriksa penyanyi Marcello Tahitoe (MT) alias Ello di Surabaya. Semenatra pada Senin (13/1/2020), penyanyi Eka Delly juga memenuhi panggilan penyidik.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jatim berhasil membongkar kejahatan investasi bodong melalui aplikasi bernama MeMiles, dengan omzet Rp750 miliar.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 4 tersangka, yaitu KTM (47) selaku Direktur PT Kam n Kam, FS (52) sebagai manajer, ML sebagai motivator, dan PH Kepala Tim IT Aplikasi MeMiles. Polisi turut menyita uang tunai Rp122 miliar, 18 unit mobil, dan barang berharga lainnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 106 jo 24 ayat (1), dan atau pasal 105 jo pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, dan atau pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.


Editor : Umaya Khusniah