Kabut Asap Tebal, 3 Pesawat Kesulitan Mendarat dan Berputar-putar di Pekanbaru

Antara ยท Minggu, 22 September 2019 - 10:14 WIB
Kabut Asap Tebal, 3 Pesawat Kesulitan Mendarat dan Berputar-putar di Pekanbaru
Suansana di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, yang diselimuti kabut asap beberapa waktu lalu. (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

PEKANBARU, iNews.idKabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menganggu penerbangan di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Minggu (22/9/2019) pagi. Sedikitnya ada tiga pesawat dari maskapai berbeda kesulitan mendarat disebabkan jarak pandang yang terbatas.

Officer In charge (OIC) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru Benni Netra mengatakan, ketiga pesawat masih berputar-putar atau hold di langit Pekanbaru pada Minggu pagi pukul 08.30 WIB. Masing-masing Batik Air, Citilink dan Malindo Air.

"Masih holding sementara ada dua, Batik Air dan Citilink. Dan juga kemungkinan Malindo," ujar Benni.


Dia menjelaskan Batik Air dengan nomor penerbangan 6856 dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, seharusnya mendarat pada pukul 07.35 WIB. Namun, hingga kini jarak pandang di landasan pacu SSK II Pekanbaru hanya berkisar 500 meter sehingga pilot menunggu jarak aman pendaratan.

Selanjutnya, Citilink QG 936 yang juga dari Soekarno Hatta, Jakarta dijadwalkan mendarat pukul 08.15 WIB, serta Malindo Air OD 362 dari Subang, Malaysia yang dijadwalkan mendarat pukul 08.30 WIB. Keduanya masih berputar-putar di langit Pekanbaru.

Menurutnya, jarak pandang aman untuk mendaratkan pesawat yakni 800 meter. Akan tetapi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang hanya 500 meter akibat asap.

Terbatasnya jarak pandang merupakan dampak kabut asap karhutla yang kini melanda sebagian wilayah Riau.  Terganggunya jadwal penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terus terjadi dalam kurun dua pekan terakhir.

Hal itu diakui salah seorang penumpang bernama Mia yang mengaku cukup khawatir dengan kondisi tersebut.

"Pilot di udara mengumumkan kalau jarak pandang kurang dari 500 sehingga tidak bisa landing," katanya.


Editor : Donald Karouw