Jual Senjata Api Rakitan, Pegawai Perusahaan BUMN Ditangkap Polresta Tangerang

Aimarani ยท Selasa, 28 Januari 2020 - 16:45 WIB
Jual Senjata Api Rakitan, Pegawai Perusahaan BUMN Ditangkap Polresta Tangerang
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka PAG saat pemaparan kasus di Mapolresta Tangerang, Banten, Selasa (28/1/2020). (Foto: iNews/Aimar Rani)

TANGERANG, iNews.id – Seorang pegawai salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditangkap petugas Satreskrim Polresta Tangerang, Banten, karena nekat menjual senjata api (senpi) rakitan, Selasa (28/1/2020). Dari tangan pelaku berinisial PAG (52), polisi menyita empat pucuk senpi rakitan, 34 air soft gun, dan 1.100 amunisi.

Polisi menangkap PAG saat berada di rumahnya di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng). Dari hasil pemeriksaan, PAG diketahui mempelajari cara memperbaharui dan merakit senjata air soft gun menjadi senpi melalui internet.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penangkapan pegawai pabrik gula milik BUMN ini merupakan pengembangan dari penangkapan dua tersangka sebelumnya berinisial EC dan JP, pedagang jengkol. Keduanya menjual senpi rakitan di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, petugas berhasil menyita empat pucuk senpi rakitan, 34 air soft gun, dan 1.100 butir lebih amunisi,” kata Kapolresta Tangerang saat pemaparan di Mapolresta Tangerang.

Selain senpi rakitan, Satreskrim Polresta Tangerang juga menyita berbagai jenis spare part senpi dari rumah PAG. Spare part itu dibuat sendiri dengan menggunakan mesin seperti silinder.

Kapolresta Tangerang mengatakan, selain menjual amunisi berbagai jenis, PAG diketahui menjual air soft gun yang diperbaharui menjadi senpi rakitan kepada masyarakat. Setiap unit diajual seharga Rp4 juta.

“Dia yang menjual amunisi berbagai jenis kepada tersangka EC. Dia juga menawarkan kepada teman-temannya yang ingin meng-upgrade air soft gun menjadi senjata api,” katanya.

Polisi juga masih mengembangkan kassus penjualan senpi rakitan ini. Atas perbuatannya, pelaku PAG bakal dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Penguasaan dan Kepemilikan Senjata Api Secara Ilegal.


Editor : Maria Christina