Jual Kulit Trenggiling, 2 Warga Sambas Ditangkap Polisi

Antara ยท Senin, 09 April 2018 - 19:39:00 WIB
Jual Kulit Trenggiling, 2 Warga Sambas Ditangkap Polisi
Hewan trenggiling. (Foto: Okezone).

PONTIANAK, iNews.id – Lantaran kedapatan menjual sisik trenggiling, dua orang warga di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ditangkap polisi. Salah satu tersangka diringkus di salah satu tempat jasa pengiriman barang saat akan mengirim barang dagangannya. Dalam pengembangan, polisi menangkap satu tersangka lagi yang merupakan pemilik sekaligus penjual kulit trenggiling yang hendak dikirim tersebut.

Tersangka atas nama S ditangkap oleh Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat di salah satu tempat jasa pengiriman barang di Tebas, Kabupaten Sambas.

"Penjual berhasil diringkus saat dia akan mengirim sisik trenggiling melalui jasa pengiriman yang ada di Tebas. Kejadian pada Jumat, 6 April 2018," ujar Dirreskrimsus Polda Kalbar, Kombes Mahyudi Nazariansyah di Pontianak, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (9/4/2018).

Menurut Mahyudi, S rencananya akan mengirim kulit trenggiling kepada pemesan yang ada di Kota Pontianak. Sementara jumlah kulit trenggiling yang akan dikirim tersebut sekitar 2 ons. "S mengaku sisik ia dapat dari temannya berinisial B, warga Sungai Kelambu, Tebas. Harga sisik trenggiling yang akan dia kirim Rp700 ribu," kata dia.

Setelah menangkap S, polisi melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah B yang merupakan tempat di mana S membeli sisik trenggiling tersebut. "Kami melakukan penyelusuran. Saat penyelusuran di rumah B tim juga didampingi oleh Ketua RT setempat," kata dia.

Di rumah B, polisi berhasil menemukan sisik trenggiling sebanyak 3,470 kilogram dan seekor trenggiling yang sudah mati dengan berat 10 kilogram. "Dengan temuan yang ada, B dan barang bukti dibawa ke Polsek Tebas untuk digali informasinya lebih dalam," ucap Mahyudin.

Kedua pelaku dijerat dengan Undang - Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. "Dalam aturan yang ada tersebut pelaku diancam hukuman lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Trenggiling adalah hewan dilindungi. Jadi jangan sekali - kali untuk memperjualbelikannya," ujar Mahyudin.

Editor : Himas Puspito Putra