Jembatan Darurat Putus, Warga Bone Bolango Gorontalo Gunakan Rakit Menyeberang Sungai

Zainal Ahmad ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 12:28 WIB
Jembatan Darurat Putus, Warga Bone Bolango Gorontalo Gunakan Rakit Menyeberang Sungai
Warga Desa Tulabolo, Bone Bolango, Gorontalo menggunakan rakit untuk menyeberang sungai setelah jembatan utama dan darurat putus diterjang banjir, Sabtu (1/8/2020). (iNews.id/Zainal Ahmad)

BONE BOLANGO, iNews.id - Jembatan darurat di Desa Tulabolo yang mengubungkan dua kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo putus diterjang banjir. Warga terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.

Putusnya jembatan darurat tersebut terjadi pada Sabtu (1/8/2020). Jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa dialasi papan ini, hancur diterjang banjir.

Padahal, jembatan itu baru dibuat warga karena jembatan utama ambruk pada 3 Juli 2020 lalu.

Setelah jembatan darurat juga putus, kini tak ada pilihan lain bagi warga yang ingin beraktivitas. Mereka terpaksa menyeberang sungai dengan rakit, karena jalur ini merupakan satu-satunya akses di wilayah tersebut.

Untuk sekali menyeberang dengan rakit, warga harus mengeluarkan uang Rp10.000. Sedangka bila membawa sepeda motor harus membayar Rp50.000.

"Ini terpaksa dilakukan warga kalau mau menyeberang sungai," tutur Arnol Polapa, salah satu warga ditemui di lokasi, Minggu (2/8/2020).

Dia mengatakan, masyarakat setempat meminta Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk membangun kembali Jembatan Tulabolo yang ambruk sebulan lalu. Jembatan darurat menurutnya tak bisa menjamin karena ada kemungkinan diterjang banjir lagi.

"Sejak ambruk belum ada upaya pemerintah untuk membangun kembali jembatan," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto