Jelang Nataru 2019, Pembatasan Operasional Truk di Pelabuhan Merak Dimulai Hari Ini

Wimsalim ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 12:57 WIB
Jelang Nataru 2019, Pembatasan Operasional Truk di Pelabuhan Merak Dimulai Hari Ini
Antrean kendaraan untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Merah, Cilegon, Banten, Jumat (20/12/2019). (Foto: iNews/Wimsalim)

CILEGON, iNews.id – Pembatasan kendaraan angkutan barang atau truk di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, resmi diberlakukan Jumat (20/12/2019) hari ini. Banyak sopir truk ekspedisi yang belum mengetahui kebijakan menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 hingga menyebabkan penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Pantauan iNews, puluhan truk ekspedisi dari berbagai daerah di Pulau Jawa dengan berbagai muatan tampak antre untuk masuk ke dalam kapal. Sementara lainnya hanya terparkir sambil menunggu giliran untuk menyeberang ke Pulau Sumatera melalui perairan Selat Sunda.

Antrean panjang ini setelah PT ASDP cabang Merak memberlakukan pembatasan operasional truk dengan dimensi besar. Hal ini dilakukan untuk memberi rasa nyaman pada penumpang kapal yang melakukan perjalanan mudik Natal maupun Tahun Baru (Nataru) 2020.

BACA JUGA: Razia Jelang Nataru di Puncak Bogor, Bus Tak Layak Dipaksa Turunkan Penumpang

Seorang sopir truk ekspedisi Sugeng mengaku tak mengetahui informasi adanya pembatasan operasional tersebut. Bukan hanya dia, namun hal sama juga diakui sopir lainnya.

“Saya dari Jakarta menuju Pekanbaru. Saya tidak tahu sama sekali soal adanya pembatasan ini. Saya berangkat dari malam dan sampai di sini pagi. Saya juga tak dapat informasi dari petugas pelabuhan,” ujar Sugeng, Jumat (20/12/2019).

Menurutnya, soal aturan pembatasan ini agar memperhatikan kembali ukuran dimensi dan muatan kendaraan. Khususnya truk miliknya yang masih tergolong kecil dan sesuai peraturan instansi terkait.

Diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memberlakukan peraturan terhadap truk pada angkutan Nataru 2019. Berdasarkan data PT ASDP Merak dalam 24 jam terakhir, pihaknya telah menyeberangkan lebih dari 4.000 kendaraan roda empat atau lebih semenjak pemberlakuan angkutan Natal dan Tahun Baru 2019.


Editor : Donald Karouw