Jejak Ruslan Buton, Pecatan TNI AD Pernah Dihukum Kasus Pembunuhan

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 21:04 WIB
Jejak Ruslan Buton, Pecatan TNI AD Pernah Dihukum Kasus Pembunuhan
Ruslan Buton ditangkap aparat gabungan Densus 88 Antiteror Polri dan Pomad, Kamis (28/5/2020). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Anggota Densus 88 Antiteror Polri dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) menangkap Ruslan Buton, warga Desa Wabula I, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Ruslan yang merupakan mantan anggota TNI AD itu ditangkap atas kasus ujaran kebencian/dugaan pencemaran nama baik.

Kepala Penerangan Korem 143/Kendari Mayor Sumarsono mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ruslan Buton ditangkap aparat gabungan di rumahnya, Kamis (28/5/2020) siang tadi.

"Ya (Ruslan Buton ditangkap), benar," kata Sumarsono melalui pesan singkat, Kamis (28/5/2020). Kendati demikian, dia tidak merinci penangkapan tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, Ruslan tampak kooperatif saat dijemput petugas. Mengenakan kemeja ke lengan pendek warna putih dan menjinjing tas kecil, dia keluar dari rumah kayu panggung.

Saat digiring ke mobil, Ruslan pun sempat melambaikan tangan ke arah warga yang melihat penangkapan itu. Dia lantas memasuki mobil hitam petugas.

Sumarsono menegaskan, saat ini status Ruslan bukan lagi anggota TNI AD. Ruslan telah dipecat karena pernah terlibat kasus pembunuhan. Oleh karena itu, proses hukum akan dijalankan oleh pihak kepolisian, bukan Pomad.

"Ya kan (Ruslan) langsung di bawa ke Polres Bau-Bau," ucap Sumarsono.

Informasi yang dihimpun iNews, Ruslan terakhir kali berpangkat kapten infanteri. Dia ditahan Denpom XVI/1 Ternate karena terlibat pembunuhan La Gode, petani cengkeh yang tepergok mencuri singkong pada 2017 silam.

Saat itu La Gode dibawa ke Pos Satgas TNI. Diduga dia disiksa hingga meregang nyawa. Ketika itu, Ruslan merupakan Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

Kasus ini menjadi sorotan publik. Sempat ditutup-tutupi, para pelaku akhirnya dihukum. Pengadilan Militer Ambon menjatuhkan vonis penjara 1 tahun 10 bulan bagi Ruslan. Dia juga dipecat dari anggota TNI AD.

Penangkapan Ruslan kali ini terkait dengan surat terbuka yang dibuat dan diunggahnya ke media sosial. Dalam surat terbuka itu, dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya.

Bahkan jika tidak, tulis dia, tidak menutup kemungkinan akan ada revolusi rakyat.


Editor : Zen Teguh