Jambret Prajurit TNI, Pian dan Rian Tersungkur Ditembak Polisi

Ramli Nurawang ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 14:43 WIB
Jambret Prajurit TNI, Pian dan Rian Tersungkur Ditembak Polisi
Dua pelaku jambret di Lombok Timur ditembak karena nekat melawan saat ditangkap polisi (Foto: iNews)

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Lombok Timur menangkap dua jambret yang sudah 10 kali beraksi. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan saat ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, kedua pelaku diketahui bernama Pian (27) dan Rian (20). Keduanya ditangkap pada Selasa dinihari (10/12/2019) di kawasan Pringgabaya dan Suela, Lombok Timur.

Yogi menambahkan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari korban yakni seorang prajurit TNI asal Bali bernama Emanuel. Aksi penjambretan terjadi pada 17 November 2019 silam. Saat itu, Emanuel dan istrinya bertolak dari Sumbawa menuju ke Bali.

Yogi melanjutkan, ketika melintas di Jalan Raya Anjani, Kecamatan Suralaga, pelaku tiba-tiba datang dengan mengendarai sepeda motor. Selang beberapa detik, pelaku langsung memepet korban.

"Setelah dipepet, pelaku dengan cepat menarik tas korban yang berisi ponsel, uang dan perhiasan dengan total Rp 30 juta," ujar Yogi kepada wartawan.

Yogi menuturkan, korban sempat mengejar kedua pelaku, namun pelaku berhasil kabur. Tak terima menjadi korban penjambretan, korban dan istrinya melaporkan kejadian ini ke Polres Lombok Timur. Berbekal dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan lokasi dari ponsel korban.

"Ponsel milik korban diketahui keberadaannya, kami kembangkan dan menemukan pelaku. Saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan akhrirnya kami lumpihkan di betis sebelah kanan," tuturnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat ponsel, dua ekor kambimg yang dibeli dari uang hasil curian, dua sepeda motor dan parang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama sembilan tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto