Jambret di Pandeglang Pura-Pura Kesurupan saat Diperiksa Polisi, Mengaku Titisan Satria Pingitan

Sindonews, Rasyid Ridho ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 12:05 WIB
Jambret di Pandeglang Pura-Pura Kesurupan saat Diperiksa Polisi, Mengaku Titisan Satria Pingitan
Pelaku penjambretan berpura-pura kesurupan saat diperiksa polisi. (Foto: Sindonews).

PANDEGLANG, iNews.id - Seorang jambret yang biasa beraksi di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, diamankan petugas usai beraksi, Selasa (3/12/2019). Pelaku kemudian membuat ulah dengan berpura-pura kesurupan dan mengaku sebagai titisan Satria Pingitan.

Pelaku, ES (29), merupakan warga Kampung Cikoneng, Kecamatan Kadu Hejo, yang diduga sebagai salah satu jambret di kawasan tersebut. Pelaku tertangkap warga setelah beraksi, dan diamankan polisi.

"Pelaku ini sempat terjatuh usai merampas barang milik korban, sehingga dapat diamankan warga," kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP DP Ambarita, kepada wartawan di Mapolres Pandeglang, Banten, Kamis (5/12/2019).

BACA JUGA: Polisi Tangkap 1 dari 2 Pencuri Spesialis Motor di Palembang, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Lantaran tidak terima saat diperiksa petugas, pria yang membawa senjata tajam jenis golok saat diamankan ini langsung berpura-pura kesurupan. Dia sempat mengamuk, berteriak dan menunjuk-nunjuk penyidik.

Jambret ini mengaku sebagai titisan Satria Pingitan, tujuannya untuk menakut-nakuti penyidik kepolisian. Namun karena aksinya mulai meresahkan, petugas lalu memborgol kedua tangan pelaku.

BACA JUGA: Pelaku Pencurian Motor Spesialis Rumah Kos di Medan Diamankan Tim Pegasus

"Tapi setelah diborgol, baru menangis," ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan golok lengkap dengan sarungnya, dompet, dan uang tunai Rp840 ribu yang diduga hasil jambret. Kini ES harus mendekam di sel tahanan kepolisian atas perbuatannya itu.

ES diancam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Tindak Pidana Pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal