Jadi Korban Salah Sasaran, Remaja di Serpong Utara Tewas Dikeroyok 10 Orang

iNews ยท Rabu, 04 Maret 2020 - 00:30 WIB
Jadi Korban Salah Sasaran, Remaja di Serpong Utara Tewas Dikeroyok 10 Orang
Remaja di Serpong Tangerang Selatan jadi korban salah sasaran dikeroyok 10 pemuda. (Foto: ilustrasi)

TANGERANG SELATAN, iNews.id – Nahas dialami Ahmad Fauzi. Remaja asal Serpong, Tangerang Selatan itu tewas dikeroyok 10 orang tanpa sebab. Korban diduga salah sasaran oleh sekelompok remaja yang sebelumnya mengajak tawuran melalui media sosial.

Pembunuhan itu terjadi di Jalan Graha Raya Regency, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/3/2020). Saat kejadian, korban sedang melintas mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba korban diserang 10 pelaku membabi buta dengan senjata tajam.

Akibat kejadian itu, korban tewas seketika di lokasi dengan kondisi mengenaskan dan bersimbah darah. Tidak lama setelah kejadian, tujuh dari 10 pelaku ditangkap Satreskrim Polresta Tengsel di lokasi berbeda. Ketujuh pelaku yakni, Abdul, Iksana, Akbar, Dimas, Abdullah, Ardi, dan Nurus.

Kapolresta Tangsel AKBP Iman Setiawan mengatakan, ketujuh pelaku ditangkap setelah terbukti mengeroyok korban Ahmad Fauzi hingga tewas dengan tubuh penuh luka bacokan akibat senjata tajam.

“Peristiwa berawal saat kelompok pelaku dengan kelompok lain berselisih di sosial media, hingga akhirnya kedua kelompok ini sepakat untuk melakukan tawuran di tempat yang telah disepakati,” katanya, Selasa (3/3/2020).

Namun saat di lokasi kelompok para pelaku tidak menemui kelompok lawan di Jalan Graha Raya depan Ruko Fortune, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

“Korban saat itu tengah melintas mengendarai sepeda motor berbonceng dengan dua rekannya di lokasi kejadian. Tiba-tiba dikeroyok para kelompok pelaku. Dua temannya berhasil menyelamatkan diri,” ujarnya.

Saat ini polisi masih mengejar tiga pelaku lain yang berhasil kabur dengan membawa salah satu motor milik korban dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.


Editor : Kastolani Marzuki