Isu TKA Asing, Panglima TNI dan Rombongan Sidak Perusahaan di Morowali

Andi Mohammad Ikhbal ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 11:58:00 WIB
Isu TKA Asing, Panglima TNI dan Rombongan Sidak Perusahaan di Morowali
Panglima TNI dan Kapolri saat sidak di perusahaan tambang nikel PT IMIP di Morowali, Sulteng. (Foto: Puspen TNI)

MOROWALI, iNews.idPanglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan secara random di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (14/2/2019). Kedatangan mereka bertujuan untuk meninjau langsung kondisi dan keamanan wilayah Morowali terhadap isu yang berkembang soal banyaknya tenaga kerja asing (TKA) dibandingkan tenaga kerja lokal.

Dalam kunjungan kerja ke daerah yang merupakan ‘lumbung’ nikel dengan kualitas terbaik di Asia Tenggara dan terkenal di mancanegara, rombongan mendatangi perusahaan pertambangan nikel, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Dalam sidak itu, Panglima didampingi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Aster Panglima TNI dan Asops Panglima TNI, serta segenap pejabat daerah di Sulteng dalam sidak tersebut.

Hasil sidak dengan memeriksa tiap ruangan di lingkungan perusahaan, seperti dapur, ruang makan, musala, tempat produksi hingga wisma para pekerja, tidak ditemui hal-hal mencurigakan. Faktanya, hanya sekitar 8% TKA yang bekerja di area tersebut dan tidak berada pada posisi strategis. Perusahaan pertambangan nikel di daerah ini justru menyerap tenaga kerja lokal hingga 30.428 orang hingga akhir 2018.


Tak hanya sekedar meninjau, Panglima TNI juga berkomunikasi dengan beberapa karyawan lokal dan TKA. Rombongan bahkan makan siang bersama para pekerja dan dilanjutkan dengan salat dzuhur berjamaah.

Dalam dialog hangat antara Panglima dengan pekerja, mereka menyampaikan selama bekerja diberikan waktu untuk menjalankan ibadah. Untuk makanan juga diberi gratis dengan standard gizi yang sangat baik, di samping juga kesejahteraan bagi karyawan seperti ada fasilitas mess untuk tempat tinggal dan jaringan internet.

Lebih lanjut dalam kunjungan kerja kali ini, Panglima TNI menyampaikan ke depannya TNI akan merencanakan membangung Batalyon Infanteri 716. Karena saat ini Morowali baru memiliki 1 Kodim, yakni Kodim 1331.

"Melihat tingkat kerawanan yang cukup tinggi dari aspek pertahanan, selain membentuk sebuah Batalyon Infanteri, juga akan ada Detasemen Arhanud. Namun sebelum itu, kami akan rencanakan menggelar latihan terlebih dahulu dengan mengerahkan prajurit dari Divisi Infanteri-3 Kostrad yang berpusat di Makasar," ujar Panglima TNI.

Diketahui, Morowali merupakan ibu kota salah satu kabupaten di Provinsi Sulteng. Pusat administrasinya terletak di Kota Bungku. Daerah ini memiliki luas 3.037,04 km² dan memiliki populasi terbanyak ke-12 di Sulteng. Sektor petambangan, khususnya nikel menjadi andalan perekonomian di Morowali.

Sementara itu, Kapolri menyampaikan, pembuat dan penyebar berita bohong (hoaks) terkait isu TKA di Morowali telah ditangkap polisi. Pelaku merupakan warga asal Bogor, Jawa Barat.

Editor : Donald Karouw