Ijazah Pendekar, Pagar Nusa Kalimantan Tengah Solidkan Barisan

Syukron Fadillah ยท Selasa, 17 April 2018 - 11:02 WIB
Ijazah Pendekar, Pagar Nusa Kalimantan Tengah Solidkan Barisan
Dalam kacara tersebut ratusan pendekar Pagar Nusa hadir untuk ijazah dan baiat. (Foto: Istimewa)

SAMPIT, iNews.id - Pagar Nusa Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kotawaringin Timur menyelenggarakan Ijazah Pendekar di Pondok Pesantren Al-Fajar, Parenggean, Kota Waringin Timur, Kalteng. Agenda tersebut dihadiri oleh Dewan Khos PP Pagar Nusa Kiai Haji (KH) Zainal Abidin, Ketua Umum PP Pagar Nusa Gus Nabil Haroen, Pengasuh Pesantren al-Fajar KH Abdul Mun'im, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Kalimantan Tengah M Shohibul Hidayah dan jajaran pengurus Pagar Nusa Kotawaringin Timur.

Dalam kacara tersebut ratusan pendekar Pagar Nusa hadir untuk ijazah dan baiat. Prosesi ijazah dipimpin oleh KH Zainal Abidin dan KH Mun'im yang didampingi sesepuh pendekar dari Kediri Kiai Abdul Latif. Prosesi ijazah disambung dengan diskusi dan silaturahmi pendekar.

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen mengungkapkan, pentingnya menjaga silaturahmi antarpendekar. "Generasi pendekar Pagar Nusa harus memiliki kecakapan komplet. Harus punya kekuatan fisik, inteligensia, sekaligus juga kekuatan spiritual. Untuk itu, penting untuk selalu mendekat dengan kiai-kiai sepuh, menjaga silaturahmi dan meminta doa," ungkap Nabil.

Pada pembukaan Ijazah Pendekar, Nabil Haroen berpesan agar para pendekar dapat memetakan kekuatan internal dan tantangan eksternal. "Kita jangan sampai berantem dengan teman sendiri, ini pantangan. Musuh kita ada di luar dan harus berani berkompetisi untuk menghadapi tantangan, mencari solusi atas problem masyarakat. Maka, pendekar Pagar Nusa harus siap menjaga kiai-kiai dan NKRI," ucapnya.

Sementara, Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Zainal Abidin mengatakan, kewajiban pendekar layaknya sebagai santri. "Pendekar Pagar Nusa harus istiqomah menjaga wirid, menjaga dzikir. Ini penting agar tubuh dan jiwa bisa tenang, stabil dan sekaligus siap dengan tantangan apapun," ungkap Kiai Zainal Abidin.

Ijazah Pendekar yang diselenggarakan Pagar Nusa Kotawaringin Timur dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas para pendekar dan juga sebagai ajang silaturahmi dengan para kiai. M Shohibul Hidayah menerangkan, bagaimana generasi muda nahdliyin sangat bergairah dan berkhidma di Pagar Nusa. "Kami punya sejarah konflik panjang di Sampit. Konflik berdarah tahun 2001, menjadi ingatan penting warga di kawasan ini. Menjadi pendekar Pagar Nusa merupakan kebanggan bagi anak-anak muda. Ke depan, kami ingin mencetak ribuan pendekar, agar rata di tiap daerah yang bermanfaat menghidupkan kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama," katanya.


Editor : Achmad Syukron Fadillah