Idul Adha, Pemkot Tanjungpinang Izinkan Salat Id di Lapangan untuk Zona Hijau

Antara ยท Senin, 20 Juli 2020 - 15:40:00 WIB
Idul Adha, Pemkot Tanjungpinang Izinkan Salat Id di Lapangan untuk Zona Hijau
Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari. (Foto: Antara)

TANJUNGPINANG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempertimbangkan pelaksanaan salat Idul Adha 1441 Hijriah di lapangan. Sejauh ini, salat di tempat terbuka itu hanya dapat dilakukan umat di daerah dengan zona hijau.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari mengatakan, saat ini Kota Tanjungpinang masih masuk dalam zona kuning. Namun, jumlah pasien positif di ibu kota Provinsi Kepri itu tinggal dua orang. Sejak pekan lalu, tidak ada penambahan pasien Covid-19.

Penambahan dua pasien Covid-19 itu juga terjadi setelah dua bulan di Tanjungpinang tidak ada penularan virus corona terhadap warga.

"Mudah-mudahan dua pasien Covid-19 segera sembuh sehingga Tanjungpinang berubah menjadi zona hijau. Kami masih mempertimbangkan apakah diperbolehkan salat Id di lapangan atau tidak," kata Teguh di Tanjungpinang, Senin (20/7/2020).

Teguh mengatakakan, Pemkot Tanjungpinang masih menunggu perkembangan situasi Covid-19 di daerah itu. Pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kebijakan terkait dengan penyelenggaraan salat Id secara berjemaah di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, pelaksanaan salat Id berjemaah di masjid pun harus menaati protokol kesehatan. Umat wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun sebelumnya.

"Kalau sudah zona hijau, tentu boleh salat di lapangan, namun tetap harus menaati protokol kesehatan," ucapnya.

Selain pengaturan salat Id, Pemkot Tanjungpinang juga akan mengatur pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang juga harus menaati protokol kesehatan. Kegiatan tersebut jangan sampai menimbulkan kerumunan orang dan menyebabkan penyebaran virus corona.

"Kami berharap masyarakat memahami kondisi yang kita hadapi saat ini. Musuh kita tidak tampak, belum hilang, sehingga kita harus tetap waspada. Ikuti protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan," tuturnya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: