Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Lombok Tengah, 28 Rumah Rusak 4 Warga Luka-Luka

Ema Widiawati ยท Sabtu, 14 Desember 2019 - 14:30 WIB
Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Lombok Tengah, 28 Rumah Rusak 4 Warga Luka-Luka
Rumah warga di Lombok Tengah rusak setelah diterjang angin kencang. (Foto: iNews/Ema Widiawati).

LOMBOK TENGAH, iNews.id - Sebanyak 28 rumah di Desa Montong Gamang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), rusak setelah diterjang hujan es disertai angin kencang. Peristiwa itu juga menyebabkan empat orang terluka akibat tertimpa material bangunan runtuh.

"Kami satu keluarga luka-luka. Tapi paling parah ini anak saya yang paling kecil," kata seorang korban yang rumahnya ambruk, Suhaini, di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Sabtu (14/12/2019).

Korban atas nama Najwa (6) yang mengalami luka sobek di bagian lengannya akibat tertimpa atap bangunan rumah. Bocah tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, dan kini sudah diizinkan pulang bersama keluarga.

BACA JUGA: Hujan Es dan Angin Kencang Landa Madiun, Sejumlah Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak

Data yang dihimpun pihak desa, ada 28 rumah rusak, di antaranya 23 rusak berat dan lima rusak ringan. Akibat bencana ini, banyak warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan sanak famili yang lain.

"Kondisi ini di luar dari kemampuan anggaran desa. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah daerah (pemda) dan pihak-pihak terkait lainnya," kata Kades Montong Gamang, M Amin.

BACA JUGA: Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Bojonegoro, Puluhan Rumah Rusak, 2 Roboh

Menurut dia, saat ini ada puluhan kepala keluarga yang mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Bila ditotal, kerugian akibat bencana hujan es dan angin kencang kemarin mencapai ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, warga di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, dihebohkan dengan kemunculan angin kencang mirip puting beliung yang menerjang permukiman mereka, Jumat (13/12/2019). Angin tersebut tiba-tiba saja merusak dan merobohkan bangunan yang dilewatinya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal