Hindari Amukan Massa, Warga asal Selapan Sumsel Dievakuasi Polisi ke Mapolres Pangkalpinang

Haryanto ยท Minggu, 22 Desember 2019 - 10:30:00 WIB
Hindari Amukan Massa, Warga asal Selapan Sumsel Dievakuasi Polisi ke Mapolres Pangkalpinang
Warga asal Sumsel mengungsi di Mapolres Pangkalpinang untuk menghindari amukan massa karena insiden penikaman warga setempat. (Foto: iNews/Haryanto).

PANGKALPINANG, iNews.id - Ratusan warga pendatang dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), yang menetap di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), sementara dievakuasi ke kantor polisi. Mereka mengungsi di tempat aman untuk menghindari amukan warga setempat.

Warga diminta mengungsi menyusul adanya insiden penikaman terhadap dua warga di Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Sabtu (21/12/2019) sore. Pelakunya diduga para pendatang dari Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir.

"Karena itu, kami pisahkan dulu antara warga lokal dengan para pendatang," kata Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat, di Mapolres Kota Pangkalpinang Sabtu malam.

Pantauan iNews, suasana di mapolres mendadak ramai dipenuhi warga pendatang asal Sumsel ini. Mereka terpaksa dievakuasi menyusul kemarahan warga atas penikaman terhadap dua orang korban, yakni Arfan (48) dan Rafi (20).

Kapolda Anang mengatakan, polisi akan mencari tahu siapa pelaku penikaman ini dan menangkap terlebih dahulu. Selanjutnya, petugas akan kembali bernegosiasi dengan warga setempat.

"Kalau sudah ditangkap pelakunya, pasti warga merasa lebih tenang. Jadi sementara kami akan cari dulu yang menikam korban, lalu kami akan bernegosiasi lagi dengan warga," ujar dia.

Suasana sudah memanas sejak informasi penikaman ini diketahui oleh warga. Mereka tampak ingin mendatangi warga pendatang tersebut yang sebagian besar mengontrak rumah di Desa Batu Belubang.

Menjelang malam, suasana semakin memanas, sehingga petugas memutuskan untuk mengevakuasi seluruh warga pendatang ini ke Mapolres Pangkalpinang. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi konflik warga di wilayah tersebut.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal