Haru, Siswi Kelas III SD di Sikka Sumbangkan Uang Tabungan 2,5 Tahun untuk Beli APD

Joni Nura ยท Minggu, 19 April 2020 - 12:40:00 WIB
Haru, Siswi Kelas III SD di Sikka Sumbangkan Uang Tabungan 2,5 Tahun untuk Beli APD
Kanayah (kanan) membantu aktivis menghitung uang tabungan yang akan disumbangkan untuk membeli APD. (Foto: iNews/Joni Nura)

SIKKA, iNews.id – Seorang siswi kelas III sekolah dasar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyumbangkan uang yang masih berada dalam celengan. Aksinya dilakukan lantaran sedih melihat banyak tenaga medis yang kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) saat menangani virus corona.

Kanayah (9), siswa SDI Wairklau di Kabupaten Sikka, NTT ini datang ke Caritas Keuskupan Maumere (CKM) dengan membawa tiga celengan berbentuk silinder. Kedatangannya ini diantar oleh ayahnya yang merupakan anggota polisi di Polres Sikka, Sabtu (18/4/2020).

Setibanya di CKM, Kanayah menyampaikan maksud kedatangannya sembari menyerahkan tabungan kepada aktifis CKM, Helena Pareira. Selanjutnya celengan tersebut dibuka dan dihitung uang yang ada di dalamnya.

Dari tiga celengan, terkumpul dana sebesar Rp850.000. Uang ini ditabung Kanayah selama 2,5 tahun.

Awalnya, dia ingin ingin membeli koper yang akan digunakannya untuk menyimpan mainan. Namun saat melihat berita adanya tenaga medis yang kekurangan APD, dia pun ingin menyumbangkan tabungannya untuk membantu.

Kanayah mengaku dana tersebut berasal dari sisa uang jajan dan sisa kembalian saat menemani ibunya ke pasar. “Setiap hari ada menabung, kadang Rp2.000 atau Rp5.000,” katanya.

Kanayah mengaku ide ini muncul dari diri sendiri. Dia pun menyampaikan itu kepada orang tua dan malah mendapat dukungan penuh.

“Keinginan membantu ini murni dari dalam diri saya, karena kalau koper masih bisa menunggu, tapi tenaga medis yang membantu kita semua butuh APD,” katanya.

Dia juga mengajak para pelajar di Kabupaten Sikka untuk menyisihkan uang jajan dan menyumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Baginya, berbagi kepada sesama itu baik.

Sementara ayah Kanayah, Robert mengaku kaget saat putrinya menyampaikan keinginannya. Bahkan dia melihat anaknya sedih dan menangis saat melihat berita adanya tenaga medis yang meninggal dunia.

“Saya kaget saat dia bilang ingin menyumbangkan tabungannya dan minta diantar menyumbang,” katanya.

Akhirnya dia mengabulkan permintaan Kanayah untuk mengantarkannya ke CKM dan menyumbangkan uang tabungan.

Editor : Umaya Khusniah