H-10 Jelang Pemilu, HT Minta Caleg Perindo Door to Door Lawan Hoaks

Felldy Utama ยท Minggu, 07 April 2019 - 13:50 WIB
H-10 Jelang Pemilu, HT Minta Caleg Perindo Door to Door Lawan Hoaks
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT). (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

KUPANG, iNews.id – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menegaskan berbagai informasi miring atau kabar hoaks yang beredar jelang Pemilu 2019 harus diluruskan. Hal tersebut disampaikan HT menanggapi intensitas hoaks yang kian tinggi mendekati masa pencoblosan yang tinggal 10 hari ke depan atau H-10.

Menurut HT, informasi yang benar harus tersampaikan pada konstituen. Caranya bisa melalui media, media sosial hingga door to door. Langkah awal yang dilakukan yakni dengan menginformasikan semua kader melalui aplikasi pesan instan sehingga aliran informasi bisa mengalir dengan cepat.

"Kita luruskan di situ untuk memastikan semua pemahaman caleg itu benar. Karena mereka terjun ke masyarakat, jadi harus dibekali dengan pemahaman yang benar," kata HT saat berkampanye di Flores, NTT, Sabtu (6/4/2019).


Jika pemahamannya keliru. Hal itu artinya informasi yang benar tidak sampai ke masyarakat. Karena itu penting bagi caleg dan kader untuk mengetahui informasi yang benar.

"Semua caleg dan relawan harus turun untuk memberitakan hal yang benar. Jadi jika ada serangan fitnah ke Partai Perindo, langsung luruskan sampai ke bawah saat terjun ke konstituen," ujarnya.

Ketua Umum Kartini Perindo, sakaligus caleg DPR RI Perindo dapil DKI Jakarta II Liliana Tanaja Tanoesoedibjo menambahkan, masyarakat saat ini harus semakin cerdas dalam menerima informasi.

Bila ada informasi yang masuk, dipelajari dulu kebenarannya dan tak langsung menerimanya mentah-mentah.

"Hoaks ini sesuatu yang bersifat negatif. Pintar-pintarlah untuk melihat berita dan  jangan terlena dengan kabar hoaks," tutur Liliana.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), sepanjang Maret 2019 teridentifikasi 453 isu hoaks beredar luas di masyarakat. Dari total jumlah itu, 130 berita bohong di antaranya terkait politik.

Jumlah ini meningkat drastis dibanding periode-periode sebelumnya. Di mana pada Agustus 2018 terdapat hanya 25 hoaks, kemudian September 2018 ada 27 hoaks, Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Sementara Desember 2018, jumlahnya terus naik menjadi 75 hoaks.


Editor : Donald Karouw