Guru SD di Bandar Lampung yang Tewas Gantung Diri Tinggalkan 3 Surat Wasiat

Ruslan AS ยท Kamis, 02 April 2020 - 23:15:00 WIB
Guru SD di Bandar Lampung yang Tewas Gantung Diri Tinggalkan 3 Surat Wasiat
Petugas mengevakuasi jasad guru SD di bandar Lampung yang ditemukan tewas gantung diri. (Foto: iNews/Ruslan AS)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Petugas Polsek Sukarame, Bandar Lampung menemukan tiga surat wasiat yang ditulis Nanang Supriyono (39) guru SDN 3 Way Halim Bandar Lampung yang ditemukan tewas gantung diri di dapur rumah dinas sekolah, Kamis (2/4/2020).

Surat wasiat itu ditujukan kepada istri dan anaknya. Saat ini, ketiga surat wasiat itu sudah diamankan polisi berikut sandal jepit milik korban.

Kapolsek Sukarame, Kompol Evinater Siallagan mengatakan, surat wasiat itu ditemukan di kamar rumah dinas sekolah tempat korban melakukan aksi bunuh diri. “Kita temukan tiga surat wasiat. Isinya minta istri dan anaknya jangan sedih,” kata Evinater.

Dia mengatakan, saat ditemykan tubuh korban sudah kaku dengan posisi tergantung didekat ventilasi kamar. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya pukul 10.00 WIB. Saat itu, istri korban baru kembali dari rumah orang tuanya.

Istri korban kemudian berteriak minta tolong ke warga. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi. Tak berselang lama, tim Inafis Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Sukarame tiba di lokasi kejadian dan langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

Kompol Evinater Siallagan mengatakan, penyebab kematian korban yang nekat gantung diri masih diselidiki. “Kita masih selidiki motif korban gantung diri. Dari hasil olah tkp, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” katanya.

Setelah dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkhara Polda Lampung untuk dilakukan visum.

Kematian pria yang sehari hari mengajar pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan ini mengagetkan rekan kerjanya.

Kepala SD Negeri 3 Way Halim, Chandra Layla mengatakan, selama ini, korban tidak pernah mengeluh ada masalah. Korban juga dikenal baik oleh warga maupun teman kerja. “Terus terang kami kaget, karena selama ini tidak pernah mengeluh ada masalah,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki