Guru Cantik di Bangka Tewas Dibunuh Suami karena Dicurigai Selingkuh

Endang Kurniawan · Rabu, 29 Agustus 2018 - 20:27:00 WIB
Guru Cantik di Bangka Tewas Dibunuh Suami karena Dicurigai Selingkuh
Tersangka Feryansyah saat pemaparan kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap istrinya di Mapolres Bangka, Babel. (Foto: iNews/Endang Kurniawan)

BANGKA, iNews.id – Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel), Sri Devi (34), tewas dibunuh oleh suaminya Feryansyah (24). Pemicunya karena sang suami tersulut api cemburu. Polisi berhasil menangkap pelaku 12 jam setelah kasus pembunuhan guru cantik itu.

Kabag Ops Polres Bangka Kompol S Sophian mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa dini hari, 28 Agustus 2018. Tersangka mengakui membunuh istrinya lantaran kesal dan cemburu terhadap korban yang diduga memiliki pria idaman lain. Tersangka dan istrinya sudah tiga bulan berpisah dan sedang proses bercerai.

Tersangka mendatangi rumah kontrakan istrinya dan masuk melalui jendela. Dia kemudian masuk ke kamar korban. Saat itu, korban sedang tertidur. Tersangka lalu membekap wajah istrinya dengan bantal, lalu mencekik lehernya. Untuk menghilangkan jejaknya, tersangka sengaja menyayat lengan kanan korban dengan pisau sehingga seolah-olah korban bunuh diri.

“Tersangka mau membuat skenario, seolah-olah korban bunuh diri. Dia lalu mengambil pisau lalu menyayat pergelangan tangan korban, seolah-olah korban bunuh diri,” kata Sophian di Mapolres Bangka, Rabu (29/8/2018).

Sementara menurut pengakuan tersangka, hubungannya dengan korban sudah tidak harmonis lagi sejak beberapa bulan silam lantaran kehadiran orang ketiga. Dia nekat membunuh istrinya karena dipicu api cemburu. “Cemburu, saya tahu dari tetangga. Sama suaminya yang pertama juga dulu selingkuh, tapi bukan sama saya. Waktu dibekap, dia sempat berontak,” kata tersangka Feryansyah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman seumur hidup hingga hukuman mati.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: