Gunung Karangetang Naik Status Jadi Level III Siaga

Cahya Sumirat ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 16:12 WIB
Gunung Karangetang Naik Status Jadi Level III Siaga
Gunung Karangetang naik status dari level II Waspada ke level III Siaga, sejak Kamis (20/12/2018) pukul 18.00 wita. (Foto/ Istimewa)

SITARO, iNews.id – Status Gunung Karangetang dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level Ill (Siaga). Hal ini mempertimbangkan potensi ancaman bahaya peningkatan aktivitas erupsi gunung api tersebut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Antonius Ratdomopurno mengatakan, naiknya status Gunung Karangetang tercatat dimulai pada Kamis (20/12/2018) pukul 18.00 wita. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas gunung api yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut dan terletak di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dia mengungkapkan, sudah merekomendasikan pengunjung maupun wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer (Km) dari kawah II bagian utara dan kawah utama di bagian Selatan. Selanjutnya dari arah utara timur-selatan-barat, radius 3 km arah barat laut.

Antonius mengingatkan, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai berhulu puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman banjir bandang dan lahar hujan.

“Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” kata Antonius, Jumat (21/12/2018) dalam keterangan tertulisnya.

Ancaman lainnya yakni longsoran guguran lava pijar dan bahaya sekunder lahar dingin. Sejumlah sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran kawah yakni Sungai Kinali, Sumpihi, Kiawang, Kawahang, Niambangeng, Batuare, Batukole dan Sungai Melebuhe.

“Yang penting tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya tentang erupsi Gunung Karangetang. Dan selalu ikuti arahan dari BPBD Kabupaten Sitaro,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw