Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB: Radius di Luar 2 Km dari Kawah Aman

Aditya Pratama ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 12:55:00 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB: Radius di Luar 2 Km dari Kawah Aman
Selat Sunda telah dioperasikan 12 sensor seismik demi cepatnya info gempa dan peringatan tsunami. (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG, iNews.idGunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 1.157 m di atas permukaan laut), Selasa (31/12/2019) pukul 06.51 WIB. Saat ini, status gunung api aktif tersebut berada pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 2 kilometer (Km) dari kawah.

Kepala Pusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengatakan telah menerima laporan kejadian erupsi sejak Senin (30/12/2019) hingga hari ini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) .

“Kami imbau bagi wisatawan yang akan berlibur ke pantai di sekitar Banten dan Lampung harap mematuhi anjuran PVMBG. Wilayah sekitar pantai yang berjarak lebih dari 2 km dari Gunung Anak Krakatau dinyatakan aman untuk dikunjungi. Namun tetap harus selalu waspada dan mengikuti informasi dari PVMBG, BMKG, BPBD dan BNPB,” ujarnya, Selasa (31/12/2019).

Pemerintah setempat baik dari bupati Pandeglang dan Serang juga telah menginformasikan imbauan ini ke masyarakat luas. Selain itu, seluruh jajaran seperti BPBD, camat, kepala desa maupun lurah dan petugas lapangan diminta selalu siap siaga. Pemerintah daerah telah menyiagakan Pos Lapangan Kabupaten Serang di Pantai Anyer, Pos Lapangan Kabupaten Pandeglang di Shelter Labuan dan Pos Lapangan Kabupaten Lebak di Pantai Bagedur.

Sementara itu Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, saat ini di Selat Sunda telah dioperasikan 12 sensor seismik demi cepatnya info gempa dan peringatan tsunami. Selain itu dioperasikan 4 radar tsunami dan 7 water level untuk deteksi tsunami dan ditambah 8 tide gauge oleh BIG, 2 waterlevel ISDL oleh KKP dan 1 Buoy oleh BPPT.

“Untuk setingkat kawasan lokal Selat Sunda, sistem mitigasi yang dibangun ini paling lengkap. Tidak saja di Indonesia, bahkan dunia. Semua diupayakan demi keamanan dan keselamatan masyarakat di Banten dan Lampung, khususnya mereka yang tinggal dan memiliki usaha, serta pariwisarta di sepanjang tepian pesisir Selat Sunda,” katanya.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang akan berlibur ke kawasan Pesisir Banten dan Lampung agar tetap tenang dan selalu siaga serta mengikuti informasi dari otoritas resmi.

“Ayo tingkatkan kapasitas diri dan pahami potensi bencana yang ada disekeliling. Kenali ancaman, siapkan strategi dan temukan solusinya. Kita budayakan mengecek potensi bencana dimanapun berada agar selalu siap untuk selamat dan menjadi budaya sadar bencana,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw