get app
inews
Aa Text
Read Next : Memalukan! Pasangan Kekasih di Bondowoso Live Konten Porno demi Uang, Kini Ditangkap

Gubernur Paling Populer di Indonesia, Siapa Paling Aktif di Medsos?

Jumat, 19 Agustus 2022 - 10:20:00 WIB
Gubernur Paling Populer di Indonesia, Siapa Paling Aktif di Medsos?
Gubernur paling populer di Indonesia. Siapa paling aktif di media sosial? (Foto: ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Ada sejumlah gubernur paling populer di Indonesia. Mereka menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial.  

Media sosial dan media online memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan popularitas kepala daerah. Beberapa gubernur terpantau cukup populer di media sosial maupun online.

Penelitian online yang dilakukan Center for Indonesian Reform (CIR) bekerja sama dengan Data Sight Indonesia mencatat empat nama gubernur yang dinilai cukup banyak dalam publikasi media online serta percakapan di media sosial.

Siapa gubernur paling populer di Indonesia? Berikut ulasannya.

Direktur Data Sight Indonesia Radhiatmoko menyebut empat gubernur itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 18.359 ulasan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 10.704 ulasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 10.525 ulasan, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 5.142 ulasan.

Dosen sosiologi digital di Universitas Indonesia ini menjelaskan, penelitian dilakukan selama sebulan penuh mulai tanggal 1 hingga 31 Desember 2021. Dalam periode tersebut berhasil dihimpun sebanyak 52.310 artikel dan pembicaraan di media sosial terkait kinerja gubernur se-Indonesia.

Radhiatmoko menjelaskan, Ridwan Kamil unggul pada pemberitaan di media online dengan jumlah 10.525 artikel, diikuti Anies sebanyak 9.170 artikel, Ganjar sebanyak 5.759 artikel dan Khofifah sebanyak 5.142 artikel.

Namun penyebutan nama Anies di media sosial jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gubernur lain. Pada aplikasi Twitter, nama Anies disebut sebanyak 8.795 kali dan YouTube 381 kali. 

Sementara Ridwan Kamil di Twitter disebut 5.174 kali dan YouTube 93 kali. Pencarian di Facebook dan Instagram masih minim untuk dapat dilacak secara publik.

"Sementara nama Ganjar di Twitter disebut 4.726 kali dan YouTube 215 kali. Sedangkan nama Khofifah di Twitter disebut 2.215 kali dan YouTube 39 kali," kata Radhiatmoko.

Dari peta word cloud, pemberitaan dan percakapan tentang Anies sudah mengarah pada diksi "Presiden" dan "Pilpres", kendati isu penanganan Covid dan pemulihan Kesehatan masih terlihat. 

Ganjar juga lebih kuat mengarah ke diksi "Presiden". Hal ini diperkuat dengan isu elektabilitas berdasar survei. Sementara Khofifah lebih menonjol pada isu menteri ketimbang presiden. Topik bencana Gunung Semeru mencuat di tengah Covid.

Radhiatmoko menambahkan, dari sekian banyak ulasan tentang Anies, sebesar 51,92 persen dari warganet yang berpandangan netral, 30,04 persen bersifat pro, dan 18,04 persen kontra. 

Sementara tentang Ganjar dari 10.704 pemberitaan dan ulasan, terdapat 47,30 persen sentimen netral, 43,54 persen positif dan 9,16 persen negatif. 

Selanjutnya pemberitaan dan ulasan media sosial terkait Ridwan Kamil sebesar 51,43 persen bersentimen netral, 15 persen positif dan 10,42 persen negatif. 

Sedangkan terkait dengan Khofifah terlacak sentimen netral 44,90 persen, positif 45,74 persen dan negatif 9,35 persen.

Selain empat nama gubernur yang telah disebutkan, muncul juga nama lainnya yaitu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan 2.065 ulasan, Gubernur Banten Wahidin Halim dengan 1.652 ulasan, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dengan 1.553 ulasan.

Berikutnya Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dengan 1.032 ulasan, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah degan 660 ulasan dan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dengan 618 ulasan.

Direktur Center for Indonesian Reform, Mohammad Hidayaturrahman mengatakan, saat ini peran media online dan media sosial sangat mempengaruhi pemikiran pemilih. 

Info yang disajikan media dan kemudian ditanggapi di media sosial, dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk memahami isu aktual serta tokoh yang terlibat di dalamnya.

Dia juga menegaskan bahwa sebagian isu di media online dan media sosial berpengaruh terhadap perilaku pemilih di Indonesia. Pengaruhnya parsial, tidak bersifat absolut. 

Pemilih yang terpengaruh terhadap pemberitaan di media online atau perbincangan media sosial dikarenakan mereka tidak memiliki bahan referensi lain.

Editor: Reza Yunanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut