Gubernur Isdianto Optimistis Kepri Bebas dari Kasus Corona Juli 2020

Antara ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 11:47 WIB
Gubernur Isdianto Optimistis Kepri Bebas dari Kasus Corona Juli 2020
Penerapan physical distancing atau menjaga jarak di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Kepri. (Foto: Antara)

TANJUNGPINANG, iNews.id - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto optimistis daerahnya bakal terbebas dari kasus Covid-19 pada Juli 2020. Pemprov Kepri akan melakukan upaya penguatan strategi untuk segera mengakhiri penyebaran wabah virus corona.

"Upaya-upaya tersebut meliputi sosialiasi masif kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19," kata Isdianto di Tanjungpinang, Rabu (27/5/2020).

Isdianto mengimbau bupati/wali kota segera menerbitkan peraturan bupati (perbup) dan peraturan wali kota (perwako). Isi peraturan di antaranya tentang protokol pelaksanaan salat berjemaah di masjid maupun aktivitas perbelanjaan di pasar, toko, dan swalayan. Paraturan itu harus dibarengi dengan penerapan sanksi-sanksi agar memberikan efek jera kepada masyarakat.

"Contohnya, bagi penjual di pasar, toko, swalayan yang tidak mengenakan masker, maka akan diberikan sanksi tidak boleh berjualan selama beberapa hari," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam penerapannya nanti akan ada petugas di lapangan yang melakukan pengawasan secara berkala. Hanya saja, sebelum hal itu diterapkan, pemerintah daerah bakal intens menggelar sosialisasi kepada masyarakat selama beberapa hari.

"Penguatan strategi ini secepatnya akan diefektifkan dengan melibatkan seluruh anggota forum komunikasi pimpinan daerah se-Provinsi Kepri," katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri, hingga Rabu (27/5/2020), jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 174 pasien. Rinciannya, 40 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, 32 pasien dikarantina, 89 orang sembuh, dan 13 orang meninggal dunia.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 4.658 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 584 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) 5.796 orang.


Editor : Maria Christina