Gubernur Banten Wahidin Halim Ingatkan Kepala Sekolah Tidak Korupsi

Antara · Senin, 10 Februari 2020 - 17:05 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim Ingatkan Kepala Sekolah Tidak Korupsi
Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan arahan pada pembukaan bimbingan teknis bagi kepala sekolah dan bendahara sekolah, di KP3B di Serang, Senin (10/2/2020). (Foto: Antara)

SERANG, iNews.id – Gubernur Banten Wahidin Halim mengingatkan kepada para kepala sekolah bisa mengelola keuangan sekolah dengan baik dan tidak melakukan korupsi. Pesan yang sama disampaikan kepada bendahara, dan pejabat penatausahaan keuangan sekolah.

Hal ini disampaikannya saat pembukaan bimbingan teknis kepada para kepala sekolah, kepala tata usaha, bendahara, dan Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK), dalam rangka penyerahan kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada satuan pendidikan menengah di Provinsi Banten, di Plaza Aspirasi KP3B, di Serang, Senin (10/2/2020).

Acara tersebut diikuti oleh 240 orang kepala sekolah, 240 orang kepala tata usaha, dan 392 orang dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Banten.

“Hari ini kita kumpul untuk menyampaikan pesan moral bahwa kita bisa berhasil tanpa korupsi. Bisa hidup bahagia. Saya berharap kepala sekolah bisa mengelola uang dengan baik,” kata Wahidin Halim.

Menurut Wahidin, saat ini mekanisme pelaksana kuasa anggaran ke kepala sekolah. Sementara kalau masih ke Dinas Pendidikan dinilai sudah terlalu jauh. “Awas kalau diselewengkan. Tiga kali berturut-turut Banten meraih WTP,” kata Wahidin.

Gubernur Wahidin sebelumnya juga mengajak para peserta untuk bersama menyanyikan lagu Padamu Negeri. Para peserta diajak untuk mencamkan, menghayati serta meresapi dari setiap bait lagu itu.

“Lagu Padamu Negeri bicara tentang janji, tentang tanggung jawab. Membentuk ikrar kalau kita mengabdikan diri bagi negara, NKRI dan Pancasila yang sudah final. Memberikan makna kepada kita, bahwa kita mengabdi,” kata Wahidin.

Dia juga memerintahkan jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk tidak asal menempatkan guru. Penempatan guru harus mempertimbangkan tempat tinggalnya agar lebih dekat sekolah. Dengan begitu, guru merasa lebih nyaman dalam bekerja dan tidak banyak mengeluarkan biaya transportasi.

Plt Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Muhamad Yusuf mengatakan, melalui bimbingan teknis itu diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang perencanaan dan pengelolaan di sekolah. Kemudian, meningkatkan pelaksanaan anggaran pendapatan daerah di Provinsi Banten tahun 2020 yang akuntabel, transparan, efektif, serta meningkatkan kemampuan pegawainya.

“Output-nya agar semua petugas dalam pengelolaan yang ada di sekolah memiliki kemampuan dan mahir untuk membuat laporan sehingga masyarakat atau stakeholder sekolah terlayani dengan cepat dan tepat,” kaya Yusuf.


Editor : Maria Christina