Gempa Lombok Sangat Besar, Ini Hasil Analisa BMKG

Kastolani ยท Minggu, 05 Agustus 2018 - 21:57 WIB
Gempa Lombok Sangat Besar, Ini Hasil Analisa BMKG
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/8/2018). (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok, Bali, Sumbawa, dan sebagian wilayah Jawa Timur pada Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 18.46 WIB sangat besar.

Hingga malam ini, BMKG mencatat telah terjadi 27 kali gempa susulan dengan intensitas rendah dibandingkan gempa pertama.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan 7 dengan episentrum pada koordinat 8,37 Lintang Selatan dan 116,48 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.

“Dengan memperhatikan episenter dan kedalaman episenter dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi dangkal akibat patahan naik atau sesar naik Flores, NTT,” kata Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu malam.

Hasil analisis, kata Dwikorita, sumber gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik. Mengingat episenter gempanya hampir serupa saat gempa terjadi pada 29 Juli 2018 lalu, gempa bumi yang terjadi ini merupakan gempa bumi utama atau mainshock dari gempa bumi sebelumnya. “Kalau sebelumnya fourshock,” ucapnya.

Dwikorita menerangkan, dampak gempa bumi ini menurut analisis BMKG dirasakan di daerah Mataram dengan kekuatan guncangan skala 7 MMI atau skala 4. Artinya banyak bangunan yang mengalami kerusakan karena kuatnya guncangan gempa bumi di permukaan.

Sedangkan gempa dengan Skala 5-6 MMI menimbulkan kerusakan, menurut BMKG terjadi di Bima, Denpasar, Karangasem. “Mengalami kerusakan ringan apabila konstruksi dibangun apabila memenuhi standar aman gempa. Kemudian di wilayah Kuta, intensitas MMI mencapai 4 yang seharusnya tidak ada kerusakan apabila dibangun sesuai standar bangunan tahan gempa. Namun intensitas 4 MMI ini dirasakan masyarakat,” papar Dwikorita.

Adapun di daerah Waingapu, Genteng, Situbondo, dan Malang, Jawa Timur mengalami tingkat guncangan dengan intensitas 2-3 MMI. “Artinya, gempa ini dirasakan warga. Semestinya tidak mengalami kerusakan apabila bangunan sesuai standar bangunan tahan gempa,” ucapnya.

Guncangan gempa bumi ini, kata dia, dilaporkan menimbulkan kerusakan di Lombok dan sebagian wilayah Bali. BMKG sampai saat ini masih mengumpulkan laporan tentang kondisi kerusakan bangunan termasuk dari BPBD setempat.


Editor : Kastolani Marzuki