Gempa Guncang Miangas Magnitudo 5,7, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina

Donald Karouw ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 21:51 WIB
Gempa Guncang Miangas Magnitudo 5,7, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Ilustrasi gempa. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.idGempa bumi Magnitudo 5,8 yang dimutakhirkan menjadi 5,7 terjadi di lautan pada jarak 147 km arah utara Pulau Miangas, Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (5/12/2019) pukul 19.24 WIB.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 5.33 lintang utara (LU) dan 126.83 bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 147 km arah Utara Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 62 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya subduksi Lempeng laut Filipina dengan Lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault),” kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:

Gempa Bumi Hari Ini M5,4 Guncang Melonguane Kepulauan Talaud Sulut

Gempa Magnitudo 6,7 Hari Ini Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Dia mengatakan, guncangan gempa tersebut dirasakan di daerah di Pulau  Miangas-Sulawesi Utara (Sulut) pada skala II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” katanya.

Rahmat menuturkan, hingga pukul 20.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Terkait gempa tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki