Gempa Bumi Jayapura M6,3 Diikuti Gempa Susulan, Begini Penjelasan BMKG

Felldy Utama ยท Minggu, 19 Januari 2020 - 01:33 WIB
Gempa Bumi Jayapura M6,3 Diikuti Gempa Susulan, Begini Penjelasan BMKG
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Pascagempa bumi Magnitudo 6,3 yang mengguncang Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (18/1/2020), pukul 23.38 WIB,  terjadi gempa susulan pada Minggu (19/1/2020). Gempa yang terjadi pukul 00.17 WIB tersebut berkekuatan Magnitudo 4,4. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, gempa bumi M6,3 yang mengguncang Kabupaten Jayapura dan dimutakhirkan menjadi M6,1, merupakan jenis dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal. Hal ini berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, dalam siaran pers, Minggu dini hari (19/1/2020).

 

BACA JUGA:

Gempa Bumi Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Jayapura M6,3 Berpusat di Darat, Terasa di Sentani, Wamena, hingga Serui

 

Hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,77 Lintang Selatan (LS) dan 139,52 Bujur Timur (BT). Episenter gempa tepatnya berlokasi di darat, pada jarak 108 km arah Barat Kota Jayapura, Papua, pada kedalaman 53 km.

”Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Sentani dalam skala intensitas IV MMI, Jayapura dan Sarmi III-IV MMI, Yahukimo dan Keerom III MMI, dan Wamena II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindar dari lereng tanah atau bebatuan yang berpotensi longsor, serta menghindar dari bangunan yang retak atau rusak karena gempa.

Selanjutnya, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat memastikan mendapatkan informasi resmi yang bersumber dari BMKG.


Editor : Maria Christina