Gempa 7 SR Guncang Lombok, Banyak Bangunan Roboh

Dony Aprian ยท Senin, 20 Agustus 2018 - 00:09 WIB
Gempa 7 SR Guncang Lombok, Banyak Bangunan Roboh
Warga bertahan di luar rumah saat gempa mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/8/2018). (Foto: Antara/dok).

LOMBOK, iNews.idGempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/8/2018). Sejumlah bangunan dilaporkan roboh. Situasi sangat mencekam karena keadaan gelap gulita.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, guncangan gempa dirasakan keras Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Lombok Barat dan Kota Mataram selama 5-10 detik.

”Gempa dirasakan sedang di Bali seperti di Jembrana, Kota Denpasar, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Kulungkung dan Buleleng selama 5-10 detik. Gempa juga dirasakan ringan di Jawa Timur bagian timur dan Makassar,” kata Sutopo, Minggu (19/8/2018).

Dia menerangkan, masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Sebagian masyarakat histeris karena merasakan guncangan gempa yang lebih keras dibandingkan sebelumnya.

Mereka mendengar suara gemuruh yang kemungkinan berasal dari longsoran di perbukitan dan Gunung Rinjani. Belum dapat dipastikan dampak gempa karena listrik padam dan komunikasi mati di Lombok Timur. Kondisi gelap gulita sehingga menyulitkan untuk memperoleh informasi dampak gempa.

Menurut Sutopo, gempa dirasakan keras di Lombok Timur yang paling berdekatan dengan pusat gempa. Berdasarkan laporan dari aparat di Lombok Timur belum dapat dipastikan berapa korban jiwa dan kerusakan.

”Gempa susulan masih terasa. Warga mengamankan diri dan mengungsi di lapangan yang ada dan menjauhi bangunan-bangunan,” ujarnya.

Di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, evakuasi warga yang sedang dirawat di Pustu Sembalun menuju Rumah sakit Lapangan Yonkes di Lapangan Sembalun. Masyarakat juga diarahkan mengungsi di lapangan Sembalun. Beberapa rumah dan bangunan roboh.

Banyak bangunan roboh di Kecamatan Sambelia. Masyarakat berkumpul di lapangan dan di tempat yang aman. Masyarakat merasakan trauma dengan gempa.

Menurutnya, Kepala BNPB Willem Rampangilei telah berkoodinasi dengan Panglima TNI terkait pengiriman bantuan logistik dan peralatan menyusul gempa susulan 7 SR.


Editor : Zen Teguh