Gempa 6,9 SR di Banggai Sulteng, Ini Penjelasan BMKG

Antara, Ilma De Sabrini ยท Sabtu, 13 April 2019 - 10:52:00 WIB
Gempa 6,9 SR di Banggai Sulteng, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat (12/4/2019) pukul 18.40 WITA, membuat warga panik. Gempa tersebut berpotensi tsunami.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di Teluk Tolo.

Ada dugaan, struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini Sesar Peleng. Jalurnya Barat Daya-Timut Laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.

“Sesar Peleng merupakan sesar aktif yang memiliki laju sesar sebesar 1,0 milimeter per tahun dan magnitudo maksimum yang mencapai 6,9 magnitudo,” kata Kepala Bidang informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, melalui siaran persnya, Sabtu (13/4/2019).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip).

“Dugaan ini, didasarkan pada alasan bahwa lokasi episenter terletak pada kelurusan Sesar Peleng, yang menerus ke laut. Sumber gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar menganan (dextral),” katanya.

Berdasarkan laporan masyarakat, dampak gempa bumi dirasakan berada di wilayah Poso, Buol, Morowali, Banggai dan Palu, pada skala intensitas IV MMI. Kemudian di Kolaka Utara dan Toli-toli III-IV MMI; di Kotamobagu, Palopo, Kolaka, Makassar dan Kepulauan Konawe III MMI. Di Gorontalo dan Kendari II-III MMI dan di Manado, Pinrang dan Konawe II MMI.

“Saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hingga pukul 23.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 43 kali dengan kekuatan paling besar 5,6 magnitudo dan terkecil 3,4 magnitudo,” katanya.

Diketahui, episenter gempa 6,9 SR yang mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, terletak pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT. Lokasi ini tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah Barat Daya Kepulauan Banggai, Sulteng, dengan kedalaman 17 kilometer.

Setelah pemutakhiran, magnitudo gempa berubah turun menjadi 6,8 SR. Dalam waktu kurang dari 5 menit setelah terjadi gempa, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami. Status ancaman waspada dengan estimasi tinggi tsunami kurang dari 50 sentimeter (cm).

Berdasarkan pengecekan kondisi lapangan oleh BMKG dan BPBD setempat, tidak ada laporan adanya air surut maupun terjadinya tsunami. Atas dasar beberapa hal tersebut, maka BMKG pada pukul 19.47 WIB (20.47 WITA) menyatakan Peringatan Dini Tsunami berakhir.

Editor : Maria Christina