Gelombang Selat Sunda Naik 4 Meter, Evakuasi Korban Tsunami Dihentikan

Antara ยท Minggu, 23 Desember 2018 - 20:35 WIB
Gelombang Selat Sunda Naik 4 Meter, Evakuasi Korban Tsunami Dihentikan
Sejumlah relawan mengevakuasi korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami dari Pantai Sembolo, Carita, Pandeglang, Banten, ke Puskesmas Labuhan, Minggu (23/12/2018). (Foto: Antara/Asep Fatulrahman)

PANDEGLANG, iNews.id – Gelombang air laut Selat Sunda di kawasan wisata Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten kembali naik hingga empat meter.

Akibat tingginya gelombang, proses evakuasi korban tsunami di kawasan itu dihentikan sementara karena sangat membahayakan keselamatan petugas di lapangan. "Kami meminta semua relawan agar menghentikan evakuasi," kata Asep, seorang petugas Kecamatan Panimbang, Minggu (23/12/2018).

Saat ini, evakuasi di kawasan wisata Tanjung Lesung belum maksimal akibat cuaca buruk tersebut. Kemungkinan korban gelombang tsunami di Tanjung Lesung masih banyak yang belum ditemukan. Saat ini, jumlah jenazah yang sudah ditemukan di Tanjung Lesung sebanyak 30 orang. "Kami akan melanjutkan evakuasi besok(Senin) nanti untuk fokus pencarian mayat karena dipastikan jumlahnya mencapai ratusan orang," katanya.

BACA JUGA:

2.500 Warga Teluk Betung Mengungsi di Kantor Pemprov Lampung

Video Kepanikan Pasien Puskesmas saat Alarm Tsunami Berbunyi

Sirine Tsunami Berbunyi, Warga dan Pasien Puskesmas Dievakuasi Paksa

Asep mengatakan, kebanyakan korban meninggal di Tanjung Lesung dari wisatawan domestik. Apalagi, akhir pekan kawasan wisata Tanjung Lesung ramai wisatawan yang datang dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek). Bahkan, para wisatawan tersebut dihibur grup band "Seventeen".

Namun, tiba-tiba gelombang tsunami menerjang kawasan wisata Tanjung Lesung mengakibatkan korban jiwa.
"Kami menerima laporan sementara tercatat 30 orang meninggal dunia di kawasan Tanjung Lesung," ujarnya.

BACA JUGA:

Takut Tsunami Susulan, Warga Anyer Mengungsi ke Dataran Tinggi

Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Jadi 222 Orang, 843 Luka-Luka

Sementara itu, ratusan pengungsi bencana alam yang menempati aula Kecamatan Panimbang, mengatakan bahwa seluruh korban bencana alam agar dipindahkan ke tempat yang lebih aman, terlebih saat ini terjadi kenaikan gelombang.

Saat ini, korban gelombang tsunami belum berani kembali ke rumah masing-masing. Sebab, pergerakan tsunami akan mengalami kenaikan, sehingga dapat membahayakan bagi manusia.

"Kami merasa ketakutan tsunami menerjang rumah hingga roboh,namun beruntung dirinya berlari," kata Ujang, seorang warga korban bencana alam saat ditemui di pengungsian.


Editor : Kastolani Marzuki