Gelar Tablig Akbar, Polres Sumbawa Ajak Masyarakat Jaga Pilkada Damai

Tri Hatnanto ยท Senin, 11 Juni 2018 - 14:39 WIB
Gelar Tablig Akbar, Polres Sumbawa Ajak Masyarakat Jaga Pilkada Damai
Polres Sumbawa menggelar Tablig Akbar untuk memperingati HUT Bhayangkara, Minggu (10/6/2018). (Foto: Ist).

SUMBAWA, iNews.id – Mewujudkan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang damai tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu dan penegak hukum. Seluruh masyarakat juga harus berperan dalam menciptakan keamanan agar pesta demokrasi itu berjalan tertib dan bermartabat.

Pesan itu yang mencuat dalam acara Tablig Akbar untuk memperingati HUT Bhayangkara di Gedung Olahraga Mampis Rungan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (10/6/2018). Acara digelar Polres Sumbawa.

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo, Ketua KPU Sumbawa Syukri Rahmat, Ketua Panwaslu Kabupaten Sumbawa Syamsi Hidayat, dan Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda. Sejumlah tokoh agama dan adat serta masyarakat juga hadir antara lain, Ketua MUI Sumbawa H Nadi Husain, Ketua FKUB Sumbawa H Umar Hasan, Ketua Muhammadiyah Ustaz Abdul Aziz Sukarnawati, dan Ustaz Munajat.

Dalam sambutannya, Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di daerahnya untuk mewujudkan pilkada damai.

Yusuf menuturkan, kehadiran para tokoh masyarakat serta seluruh warga di acara Tablig Akbar menunjukkan semangat kebersamaan dan tekad bersama untuk menjaga semua tahapan agar bisa berlangsung aman dan damai.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para ustaz dan ulama serta masyarakat yang sudah hadir dalam kegiatan ini. Ini bukti dukungan dari para orang tua dan ulama kita untuk tetap menjaga dan merawat kebersamaan ini," kata dia.

Menurut Yusuf, saling menghormati dan menghargai merupakan sikap yang patut terus dikembangkan untuk mewujudkan toleransi antarsesama. Dengan toleranai yang terus direkatkan, maka tentu akan menjamin kebersamaan yang setara dalam bingkai satu kesatuan NKRI dan Pancasila.

"Pada musim politik tahun ini kita berharap tidak ada perpecahan di antara kita karena pilihan-pilihan berbeda, karena perbedaan pilihan itu hak setiap pribadi," kata dia. Yusuf pun berharap sekaligus mengajak semua unsur dan masyarakat Sumbawa untuk bersama terus merawat kondisi keamanan dan ketertiban daerah itu

Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah menerangkan, Tau Samawa merupakan sosok yang mampu menjaga nilai-nilai budaya dan agama serta menerima keragaman suku dan agama dengan toleransi. Karena itulah sosok itu akan menjadi teladan di daerah ini.

Menurut Mahmud, semua bidang kehidupan masyarakatharus berjalan seimbang demi perwujudan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. ”Para ustaz dan ulama berperan untuk bisa memperbaiki dan mengantar masyarakat dalam satu kondisi keberimbangan spiritual sehingga Kabupaten Sumbawa yang kita cintai ini selalu mendapat berkat dari Allah SWT,” kata dia.

Sementara itu, Ustaz Abdul Aziz Sukarnawati memaparkan hikmah Ramadan saat memberikan tausiah. Sebagai orang beriman, kata dia, umat Islam akan merasa sedih ketika Ramadan yang suci dan penuh berkah akan pergi.

Banyak cobaan, godaan dan ujian selama bulan Ramadan dan semuanya akan diakhiri. Dalam suasana godaan itulah umat Muslim teruji untuk tetap menjaga dan merawat kehidupan sosial yang lebih bertoleransi. "Mari kita bersama-sama menjaga situasi menjelang pilkada ini agar dapat berjalan dengan aman dan lancar," katanya.

Dia juga menyampaikan Dirgahayu Bhayangkara ke-72 tahun 2018 sekaligus mendoakan agar Polri dapat menjalankan tugasnya dengan semakin baik serta dilindungi oleh Allah SWT.

Hal senada diucapkan Ustaz Munajat. Menurutnya, orang yang beriman akan senantiasa taat kepada ajaran agamanya. Dengan demikian, intelektual dan spiritual yang diberikan Allah harus bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sosial yang majemuk.

"Kita berbeda dan harus bisa hidup dalam keragaman. Kita harus hilangkan dan menolak paham radikal dan teror karena Allah sangat tidak menyukai orang yang membunuh dan melakukan bunuh diri," katanya.


Editor : Zen Teguh