Gara-gara Kabut Asap Makin Pekat di Pekanbaru, Jembatan Siak IV Seperti Hilang

Indra Yosserizal, Antara ยท Jumat, 13 September 2019 - 13:43 WIB
Gara-gara Kabut Asap Makin Pekat di Pekanbaru, Jembatan Siak IV Seperti Hilang
Jembatan Siak IV di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, seolah-olah hilang dari pandangan akibat kabut asap dari karhutla, yang semakin tebal, pada Jumat pagi (13/9/2019). (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

PEKANBARU, iNews.idKabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin parah di Kota Pekanbaru. Bahkan, warga Kota Pekanbaru dihebohkan dengan kondisi kabut asap yang membuat Jembatan Siak IV seolah-olah hilang dari pandangan pada Jumat pagi (13/9/2019).

Berdasarkan pantauan, banyak warga berhenti di Jembatan Siak III. Wajah mereka terheran-heran melihat ke arah lokasi Jembatan Siak IV. Jika ditarik garis lurus di Sungai Siak, jarak dua jembatan tersebut diperkirakan sekitar 500 meter. Namun, pada hari ini, Jembatan Siak IV seakan ditelan oleh kabut asap karhutla.

“Benar-benar nggak kelihatan Jembatan Siak IV. Ini kabut asap berarti sudah parah sekali,” kata seorang warga Pekanbaru, Rudi (27).

Warga lainnya, Mike Agnesia (36), mengatakan sengaja turun dari motor untuk memotret kondisi Jembatan Siak IV yang seolah-olah hilang. Dia berencana mengunggahnya ke media sosial. “Sebesar itu jembatan bisa hilang ‘ditelan’ kabut asap,” kata Mike terheran-heran.

Sementara warga Pekanbaru lainnya, Diah Mawarni mengatakan, kabut asap memang semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Dia berharap hujan segera turun untuk mengurangi asap yan sangat mengganggu warga beraktivitas.

“Ya harapan saya semoga cepat hilang kabut asapnya. Sudah dua hari terakhir ini tenggorokan saya sakit, batuk-batuk,” kata Diah.

Jembatan Siak IV di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, seolah-olah hilang dari pandangan akibat kabut asap dari karhutla, yang semakin tebal, pada Jumat pagi (13/9/2019). (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

Jembatan Siak IV menjadi salah satu ikon di Kota Pekanbaru. Infrastruktur ini diresmikan pada Februari 2019 dengan nama aslinya Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Namun, warga kerap menyebutkan dengan Jembatan Siak IV. Jembatan sepanjang 800 meter itu berkonstruksi “Steel Deck Girder” yang memiliki 14 titik kabel di bagian hulu dan hilir. Tinggi Pylon jembatan 75 meter dengan jenis konstruksi beton.

Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan kabut asap Karhutla di Provinsi Riau semakin pekat dan membuat jarak pandang di sejumlah daerah turun drastis hanya berkisar 200 hingga 400 meter pada Jumat pagi. Jarak pandang anjlok pada pukul 07.00 WIB.

“Di Kota Pekanbaru jarak pandang hanya 300 meter, begitu juga di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu sekitar 300 meter dan Kota Dumai jarak pandang 400 meter,” katanya.

Jembatan Siak IV di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, seolah-olah hilang dari pandangan akibat kabut asap dari karhutla, yang semakin tebal, pada Jumat pagi (13/9/2019). (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

Bibin mengatakan, selang dua jam atau pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru naik jadi 800 meter dan Pelalawan juga mulai membaik. Namun, angkanya masih sekitar 300 meter. Sementara itu, di Kota Dumai dan Rengat, jarak pandang belum membaik dan masih sekitar 400 dan 300 meter.

Dia mengatakan pekatnya kabut asap disebabkan karhutla yang masih terjadi di Riau dan provinsi tetangga di bagian selatan Sumatera. Kondisi angin yang berembus dari tenggara hingga selatan membawa polutan jerebu ke Riau. Jerebu menumpuk di daerah Riau karena embusan angin cenderung lambat.

“Kecepatan angin di Riau sendiri tergolong lambat, hanya 5 knot atau 10 kilometer per jam,” katanya.


Editor : Maria Christina