Gara-Gara Anak Ditegur Main HP, Orang Tua Siswa Serang Kepsek di Jambi

Okezone, Azhari Sultan ยท Minggu, 08 Maret 2020 - 01:30 WIB
Gara-Gara Anak Ditegur Main HP, Orang Tua Siswa Serang Kepsek di Jambi
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAMBI, iNews.id – Gara-gara anak ditegur saat bermain handphone (HP), orang tua murid diduga menyerang seorang Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 10 Kabupaten Tanjungjabung (Tanjab) Barat, Provinsi Jambi. Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian setempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kepsek diserang dengan menggunakan benda tumpul seperti kayu dan batu, dan senjata api (senpi), pada Rabu (4/3/2020). Peristiwa ini terjadi di sekolah.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengaku kasus oknum orang tua yang menyerang kepsek menggunakan senpi masih dalam penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan,” kata Guntur, Sabtu (7/3/2020).

Sementara Wakapolres Tanjab Barat Kompol Wirmanto saat dihubungi membenarkan laporan tersebut. “Iya, sudah ada laporan, tadi kami juga sudah bertemu pihak yang bersangkutan dan perwakilan PGRI di Mapolres Tanjab Barat,” katanya.

Penyerangan ini berawal saat Kepsek SMAN 10, Tanjab Barat, Lasemen menegur seorang siswa yang bermain ponsel saat ujian, Rabu (4/3/2020) lalu. Guru pengawas meminta para siswa meletakkan tas, buku, dan ponsel di luar kelas.

Ketika ujian berlangsung, salah seorang siswa minta izin keluar kelas. Ternyata, siswa yang belum diketahui identitasnya itu secara diam-diam mengambil ponselnya. Dia kemudian bermain ponsel di dekat toilet.

Di saat yang sama, kepsek lewat untuk mengontrol situasi ujian. Kepsek spontan menegur siswa yang bermain ponsel karena ujian masih berlangsung. Dia kemudian meminta ponsel yang dimainkan murid.

Kepsek SMAN 10 Tanjab Barat tersebut berpesan kepada siswanya, jika ingin mengambil kembali ponselnya, maka dia harus datang bersama orang tuanya ke sekolah.

Sore harinya, murid pemilik ponsel bersama orang tuanya datang ke sekolah. Orang tua murid tidak meminta maaf atas kelakuan anaknya, tapi malah marah-marah dan mengancam dengan senjata api (senpi). Bahkan, sempat ada ledakan di luar sekolah meskipun belum bisa dipastikan asalnya.

Saat insiden tersebut, kepsek dan wakil kepsek bidang kesiswaan juga diserang dengan menggunakan batako yang ada di depan kantor guru. Orang tua siswa juga sempat mengayunkan tongkat ke arah kepsek. Beruntung, batako dan tongkat tersebut tidak mengenai tubuh kepsek.

Malam harinya, orang tua siswa itu datang kembali ke sekolah untuk mencari kepsek. Namun, kepsek sudah disembunyikan di salah satu rumah guru.

Kepsek SMAN 10 Tanjab Barat, Lasemen yang merasa terancam, keesokan harinya menemui Kepala Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung untuk meminta perlindungan. Dia juga ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jambi. Dia disarankan membuat laporan pengaduan ke polisi.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 10 Tanjab Barat, Lasemen ketika dikonfirmasi tidak berkomentar banyak mengenai kasus penyerangannya. “Satu pintu saja (penyidik kepolisian),” katanya.


Editor : Maria Christina