Gadis Korban Pelecehan Seksual di Lampung Timur Diduga Dicabuli Pengurus P2TP2A

Andres Afandi · Selasa, 07 Juli 2020 - 12:22:00 WIB
Gadis Korban Pelecehan Seksual di Lampung Timur Diduga Dicabuli Pengurus P2TP2A
Ilustrasi pencabulan. (foto: Istimewa)

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib pilu yang dialami NV, gadis 14 tahun asal Lampung Timur. Di tengah proses hukum kasus pelecehan seksual yang dialaminya, dia justru kembali menjadi korban pencabulan setelah diduga disetubuhi berulang kali oleh oknum pengurus UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur.

Dengan didampingi sejumlah advokat dari Lemaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, korban NV dan orang tuanya mendatangi Polda Lampung untuk meminta keadilan dan melaporkan pimpinan P2TP2A berinisial DAS pada Senin (6/7/2020).

Pengakuan korban mengejutkan, dia bukan hanya sekali dicabuli terduga pelaku, tapi sampai lebih dari 20 kali. Korban awalnya takut melapor lantaran diancam akan dibunuh jika memberitahu perbuatan keji itu kepada orang tuanya.

Korban menceritakan, perlakuan cabul itu pertama kali terjadi pada Januari 2020. Berawal saat terlapor menjadi pendamping hukum atas kasus pelecehan seksual yang dialaminya. Ketika itu, NW melapor menjadi korban pencabulan pamannya yang kini telah divonis 13 tahun hukuman penjara.

Namun seiring waktu dan intens bertemu, terlapor mulai berani melakukan tindakan asusila dengan iming-iming akan membiaya sekolah korban. Selama kurun waktu Januari hingga Juli, korban malah dijadikan sebagai budak seks terlapor. Bahkan, terlapor kerap menawarkan teman-temannya untuk meniduri korban dengan ancaman akan dibunuh jika dia buka mulut.

"Dia (terlapor) tiap datang ke rumah minta begitu (berbuat asusila). Seminggu bisa lima kali datang, kadang menginap. Dia janji akan beliin motor dan biaya sekolah sampai perguruan tinggi," ujar korban.

Korban mengaku sudah tak tahan dengan perlakuan terlapor dan memberanikan diri untuk menceritakan perlakuan tersebut kepada keluarganya. Setelah itu, kasus ini pun dilaporkan ke polisi.

"Dia ancam akan bacok aku kalau menceritakan ke orang lain," katanya.

Saat ini, tim kuasa hukum dari LBH Bandarlampung sedang menyiapkan beberapa bukti lainnya serta menunggu hasil visum korban dari rumah sakit untuk melengkapi berkas laporan ke polisii

Editor : Donald Karouw