Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Cepat di Tarakan Berlangsung Dramatis

Usman Coddang ยท Rabu, 23 Mei 2018 - 09:16 WIB
Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Cepat di Tarakan Berlangsung Dramatis
Seorang warga yang menangis saat melihat satu persatu korban kecelakaan kapal cepat dievakuasi. (Foto: iNews/Usmad Coddang)

TARAKAN, iNews.id – Evakuasi kapal cepat Harapan Baru Express yang mengalami kecelakaan di Sungai Tanjung Urong, Desa Sengkong Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), berlangsung dramatis. Hingga Selasa (22/5/2018) malam, petugas berjibaku mengevakuasi 35 penumpang kapal yang karam setelah menabrak pohon nipah dalam perjalanan menuju Tarakan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kota Tarakan, Manangap Jumala Hulu mengatakan telah mengevakuasi sebanyak 13 penumpang. Lima di antaranya meninggal dunia, terdiri atas empat orang dewasa dan satu anak-anak.

“Tim sudah mengevakuasi penumpang kapal dan ABK, kami tinggal menjemput dan membawanya ke Pelabuhan Tengakayu Tarakan untuk segera dibawa ke rumah sakit,” ujar Jumala.

Evakuasi berlangsung besar-besaran dari petugas gabungan SAR, Basarnas, TNI dan Polri, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat. Seluruh korban yang telah dievakuasi dan tiba di pelabuhan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Di lokasi tampak juga sejumlah ambulans sudah siap untuk mengantarkan korban luka-luka atas peristiwa tersebut.

Diketahui, Kapal Cepat Harapan Baru Express, berangkat dari Malinau menuju Tarakan, mengangkut 35 penumpang, yakni 28 dewasa, empat anak-anak dan tiga anak buah kapal (ABK), Selasa (22/5/2018). Di tengah perjalanan, tali kemudi kapal cepat itu putus. Sopir atas nama Iskandar tidak mampu mengendalikan kapal dan menabrak pohon nipah sekitar pukul 12.00 wita.

Selain penumpang tewas dilaporkan pula sejumlah penumpang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat akibat kecelakaan tersebut. Penumpang kapal cepat dari Pelabuhan Malinau tujuan Pelabuhan Tengkayu Kota Tarakan dievakuasi ke RSUD Tarakan untuk diidentifikasi dan mendapatkan perawatan.


Editor : Donald Karouw