Dukung Pariwisata Labuan Bajo dan Pulau Komodo, BMKG Perkuat Sistem Pemantauan Dini Cuaca

Reza Yunanto ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 09:52 WIB
Dukung Pariwisata Labuan Bajo dan Pulau Komodo, BMKG Perkuat Sistem Pemantauan Dini Cuaca
Labuan Bajo. (Foto: Antara)

LABUAN BAJO, iNews.id – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meningkatkan sistem pemantauan dan peringatan dini cuaca di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah yang menetapkan Labuan Bajo dan Pulau Komodo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa BMKG siap mengamankan program pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, dengan menguatkan sistem pemantauan dan peringatan dini multi bahaya geo-hidro meteorologi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenot’ek dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/2/2020).

Dia menjelaskan, penambahan peralatan yang telah terpasang di Labuan Bajo dan Pulau Komodo di antaranya Radar Metereologi Maritim. Alat itu telah terpasang sejak 2018 untuk mendeteksi arus dan ketinggian gelombang ataupun tsunami yang berpotensi terjadi di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo.

Selain itu, kata dia, juga telah terpasang alat AWOS (Automatic Weather Observing System) yang berfunsi memberikan informasi cuaca terkait untuk pesawat yang akan mendarat dan terbang di Bandara Udara Komodo.

Terakhir Sensor Seismic (Seismograph), yaitu alat untuk memberikan informasi terkait gempabumi dan tsunami. Alat ini telah terpasang sejak 2019.

Terkait kesiapan tersebut, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menambahkan, seluruh peralatan yang terpasang tersebut sangat vital untuk memperkuat Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-hidrometeorologi, yaitu gempa bumi, tsunami, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.

Selain penyiapan peralatan monitoring dan sistem peringatan dini, Dwikorita menuturkan, penguatan pemahaman terhadap cuaca dan iklim serta potensi bahayanya juga telah dilakukan melalui program sosialisasi bagi para nelayan dan pemilik kapal-kapal wisata.

Tujuannya agar mereka lebih paham terhadap fenomena cuaca dan iklim yang dapat mempengaruhi aktivitas mereka di laut.


Editor : Reza Yunanto